Pasukan AS Diturunkan Cari Remaja Thailand yang Hilang di Gua
Proses penyelamat anak-anak yang terjebak di gua Thailand masih berlangsung (Foto: AFP).
Bangkok: Pencarian atas 12 pemain sepak bola remaja Thailand dan asisten pelatih yang hilang dalam sebuahg gua terus berlanjut selama akhir pekan. Mereka diperkirakan terperangkap di dalam gua yang banjir di dekat perbatasan Thailand-Myanmar.
 
Keluarga dan teman-teman mengadakan doa bersama ketika tim pencarian terus melanjutkan tugas mereka di Thailand utara. Kadang para orangtua tidak tidur, dan berkumpul bersama di bawah tenda untuk menunggu kabar mengenai orang-orang yang mereka cintai.
 
"Semua orang sangat sedih dan mereka datang untuk saling memberi dukungan. Mereka memasak makanan dan berbagi dengan semua keluarga dan kerabat anak-anak yang hilang," ujar salah seorang paman remaja yang hilang, Sam Wongsukchan.
 
Tim penyelamat telah bekerja tanpa henti untuk mencapai tempat-tempat di dalam gua yang banjir akibat naiknya permukaan air karena hujan.
 
Ditemukan lubang terbuka di atas gua sekitar tiga kilometer dari pintu masuk gua, dan ini meningkatkan harapan untuk bisa mengirim makanan ke dalam gua.
 
"Kami khawatir tentang nasib para remaja di dalam gua itu. Kami khawatir tentang udara untuk bernapas dan naiknya ketinggian air tetapi kami sadar mereka adalah atlet, pemain sepak bola. Mereka memiliki kekuatan dan mereka tahu tentang gua itu dan telah keluar masuk, empat, lima kali," ujar Gai Samtong, salah seorang anggota penyelamat Thailand, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis 28 Juni 2018.
 
Sepak bola telah lama menjadi olahraga populer di masyarakat. Pelatih kepala Nopparta Kantawong, yang tidak ikut pada latihan akhir pekan, merupakan ikatan kuat bagi tim yang akan menyelamatkan mereka.
 
"Tim mereka sangat kuat, pasti mereka memiliki ikatan itu. Dan kepemimpinan asisten pelatih akan menjaga mereka bersama. Asisten tim saya tinggal dan bekerja dengan saya sejak kami membentuk tim itu. Dia punya hubungan yang baik dengan tim dan tim sangat mencintainya," ujar Kanthawong.
 
Sambil pencarian berlangsung di dalam gua-gua besar, banyak yang yakin bahwa mereka akan diselamatkan sebelum akhir pekan.
 
Pencarian kini mendapatkan bantuan dari pasukan Amerika Serikat (AS) dan penyelam Inggris. Regu penyelamat pun bersiap untuk mengebor sebuah bagian dari gua di Tham Luang, Chiang Rai itu.
 
"Kami akan melakukan pengeboran di salah satu lorong kecil di atas gua," tutur Komanda Militer Distrik 37 di Chiang Rai, Mayor Buncha Duriyapan, yang dikutip AFP.
 
"Penyelam ahli saat ini berada di dalam gua untuk memeriksa lokasi. Mereka baru saja mendarat (dari Inggris) dan langsung melakukan pemeriksaan," imbuh Duriyapan.
 
Sementara Wakil Perdana Menteri Prawit Wongsuwan mengataka, sebanyak 30 prajurit Amerika Serikat sudah bergabung dengan tim penyelamat. Mereka berasal dari pasukan United States Pacific Command (USPACOM).
 
"United States Pacific Command (USPACOM) sudah mengirim 30 anggotanya bersama dengan 30 peralatan yang bisa menusuk masuk ke dalam dinding gua," tutur Wongsuwan.
 
Proses penyelamatan menghadapi hambatan karena hujan deras dan banjir yang berada di dalam gua. Pihak berwenang menyebutkan rasa optimisnya bahwa anak-anak itu akan ditemukan selamat. Tetapi sudah lima hari, tidak ada kabar diterima oleh pihak keluarga.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id