Jepang Sebut Pertemuan Trump-Kim Langkah Awal Denuklirisasi
PM Jepang Shinzo Abe dalam konferensi pers di KTT G7 di Malbaie, Kanada, 9 Juni 2018. (Foto: AFP/GEOFF ROBINS)
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyambut baik ditandatanganinya sebuah dokumen oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura, Selasa 12 Juni 2018.

Dokumen yang diklaim Trump cukup "komprehensif" itu berisi empat poin utama, salah satunya mengenai denuklirisasi di Semenanjung Korea.

"Melalui pertemuan AS-Korut ini, niat Kim Jong-un untuk denuklirisasi menyeluruh di Semenanjung Korea telah dikonfirmasi secara tertulis," ujar PM Abe kepada awak media, seperti dikutip dari AFP.


"Saya mendukung ini sebagai langkah awal menuju resolusi komprehensif berbagai isu terkait Korut," lanjut dia.

PM Abe juga mengaku senang karena Trump telah mengangkat isu hak asasi manusia terkait penculikan sejumlah warga Jepang oleh Korut di era 1970 dan 1980-an.

Baca: Trump akan Hentikan Latihan Perang di Semenanjung Korea

Selain denuklirisasi, dokumen yang ditandatangani Trump dan Kim menyinggung mengenai repatriasi sejumlah tahanan perang dan orang-orang yang terbunuh dalam konflik bersenjata. Namun tidak ada pernyataan khusus mengenai orang-orang yang diculik Korut.

Jepang telah berulang kali meminta Trump agar mengangkat isu penculikan tersebut saat bertemu Kim. Dalam konferensi pers usai bertemu Kim, Trump mengaku sudah mendiskusikan isu tersebut.

"Saya menghargai fakta dimana Presiden Trump menyinggung mengenai isu yang telah saya sampaikan kepadanya. Isu penculikan ini sangat penting bagi kami, bagi Jepang," ungkap PM Abe.

Ia menambahkan, "ingin mendengar detailnya secara langsung via telepon (dengan Trump)." 

Negeri Sakura masih menerapkan posisi keras terhadap Korut meski serangkaian peristiwa diplomatik telah menurunkan ketegangan di Semenanjung Korea. Jepang hampir tidak dilibatkan dalam rangkaian peristiwa tersebut.

 



(WIL)