Regu penyelamat Selandia Baru di Gunung White Island saat evakuasi jasad korban letusan gunung. Foto: AFP
Regu penyelamat Selandia Baru di Gunung White Island saat evakuasi jasad korban letusan gunung. Foto: AFP

Cari Korban Letusan Gunung Selandia Baru, Penyelam Dikerahkan

Internasional gunung berapi selandia baru
Arpan Rahman • 13 Desember 2019 16:29
Wellington: Polisi Selandia Baru telah mengerahkan para penyelam untuk mencari dua mayat di dekat gunung berapi White Island setelah enam mayat dievakuasi dalam operasi.
 
Gunung berapi meletus pada Senin dengan 47 orang di sana. Delapan orang hilang di pulau itu, diduga tewas.
 
Delapan lainnya dipastikan meninggal dan sekitar 20 masih dalam perawatan intensif dengan luka bakar parah. Evakuasi Jumat diluncurkan meskipun ada risiko erupsi lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengambilan jenazah dari White Island, juga dikenal dengan nama Maori-nya Whakaari, ditunda karena masalah keamanan bagi anggota operasi pencarian.
 
Berbicara kepada wartawan setelah mayat-mayat itu diambil, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan pertanyaan mengapa orang diizinkan mengunjungi gunung berapi aktif "harus dijawab, dan akan dijawab".
 
"Kita juga harus menghormati fase kita sekarang, dengan keluarga yang baru saja mendapatkan orang yang mereka cintai kembali,” ujar Ardern.
 
Pada Jumat pagi, pencarian skala tinggi guna menemukan mayat diluncurkan, meskipun risikonya tetap tidak berubah. Saat mencari, pihak berwenang tahu lokasi enam yang hilang dan mayat-mayat itu diterbangkan dari pulau tersebut.
 
Sebuah tim terdiri delapan spesialis dari Angkatan Pertahanan Selandia Baru terbang dengan helikopter ke pulau itu dan menghabiskan empat jam mengambil mayat-mayat. Mereka dibawa ke kapal patroli angkatan laut dan kemudian dibawa kembali ke daratan.
 
"Sayangnya opsi pengembalian belum berakhir karena dua orang masih belum ditemukan," kata Komisaris Polisi Mike Bush dalam sebuah pernyataan.
 
"Kami tahu setidaknya ada satu mayat di dalam air dan penyelam saat ini berusaha menemukan mayat ini. Kami berusaha keras untuk menemukan dan memulihkan dua yang tersisa," sambungnya, dikutip dari BBC, Jumat 13 Desember 2019.


Peringatan keamanan


Ahli vulkanologi memperingatkan bahwa jika gunung berapi meletus ketika mereka berada di pulau itu, tim dapat menghadapi magma, uap yang sangat panas, abu dan batu yang terlontar dengan kecepatan tinggi.
 
GeoNet, situs informasi bahaya geologi Selandia Baru, mengatakan pada Kamis ada kemungkinan 50-60 persen dari letusan lain pada Jumat.
 
Bush mengatakan itu misi berbahaya bagi mereka yang terlibat. "Situasi yang ditemui staf itu tidak dapat diprediksi, menantang dan staf itu menunjukkan keberanian mutlak untuk memastikan bahwa keenam jenazah dikembalikan kepada orang yang mereka cintai," ujarnya.
 
Para spesialis dari Angkatan Pertahanan Selandia Baru yang pergi ke pulau itu diangkut dengan pakaian pelindung dan peralatan bernafas. Selama operasi, seorang ahli geologi menganalisis data waktu nyata untuk menilai apakah misi perlu dibatalkan.
 
Sebelumnya pada Jumat, Wakil Komisaris Polisi John Tims memberikan penghormatan kepada para responden. "Saya ingin mengakui tim pemulihan atas upaya dan keberanian yang telah mereka tunjukkan hari ini," katanya.
 
Dari mereka yang ada di pulau ketika letusan terjadi, 24 berasal dari Australia, sembilan dari Amerika Serikat, lima dari Selandia Baru, empat dari Jerman, dua dari Tiongkok, dua dari Inggris, dan satu dari Malaysia.
 
Setelah letusan, sebagian besar pengunjung dibawa keluar pulau dalam upaya penyelamatan yang dramatis. Beberapa perahu wisata yang sudah dalam perjalanan menuju daratan berbalik untuk memuat mereka yang terdampar.
 
Sementara itu, pilot komersial kembali ke pulau itu, saat letusan sedang berlangsung, untuk mencari yang selamat. Banyak dari mereka yang berhasil keluar dari pulau itu terluka parah dan terbakar.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif