Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tanggapi pemilihan transgender masuk dalam pemerintahan. (Foto: AFP).
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tanggapi pemilihan transgender masuk dalam pemerintahan. (Foto: AFP).

Mahathir Menanggapi Peran Transgender dalam Pemerintahan

Internasional malaysia
Fajar Nugraha • 11 Juli 2019 09:42
Kuala Lumpur: Menanggapi terpilihnya seorang transgender dalam anggota Mekanisme Koordinasi Negara atau Country Coordinating Mechanism (CCM), Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memiliki pendapat sendiri.
 
Baca juga: Kisruh Transgender Duduk di Lembaga Kesehatan Malaysia.
 
Mahathir mengatakan dia tidak tahu jenis kelamin seseorang. Berbicara kepada wartawan saat konferensi pers di Parlemen Rabu 10 Juli, Mahathir mempertanyakan apakah memang ada konfirmasi untuk membuktikan bahwa Rania Zara Medina adalah seorang wanita transgender.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Transgender apa? Sudahkah Anda memeriksanya? Apakah dia benar-benar seorang transgender?. Aku tidak tahu apakah dia seorang transgender. Aku belum pernah bertemu dengannya," kata Mahathir, seperti dikutip dari The Star, Kamis, 11 Juli 2019.
 
Rania, mantan pemenang kontes kecantikan transgender, menjadi komite di bawah Kementerian Kesehatan yang bertugas untuk memerangi HIV/AIDS. Penunjukan Rania akan mewakili komunitas transgender sebagai anggota Country Coordinating Mechanism (CCM) Malaysia untuk periode 2019-2021.
 
Penunjukannya menjadi viral setelah Rania memposting surat penunjukannya, yang ditandatangani oleh Wakil Menteri Kesehatan Dr Lee Boon Chye. Pengangkatannya dikritik oleh berbagai kalangan.
 
Dr Lee membela penunjukan Rania dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa CCM Malaysia dibentuk pada tahun 2009 dengan tujuan untuk mengatasi HIV / AIDS melalui kontribusi dari Global Fund.
 
“Sebagaimana disyaratkan oleh Global Fund, anggota CCM terdiri dari 25 orang yang mewakili pemangku kepentingan seperti lembaga pemerintah, LSM, akademisi, dan perwakilan masyarakat dari kelompok sasaran.
 
“Kelompok-kelompok sasaran ini termasuk transgender, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, pekerja seks perempuan, pengguna narkoba dan orang yang hidup dengan HIV / AIDS,” kata Dr. Lee.
 
Salah satu pihak yang menolak adalah kelompok wanita Umno. Kepala Wanita Umno Datuk Dr Noraini Ahmad mengecam penunjukan Rania Zara Medina sebagai anggota komite, mengklaim bahwa kelompok Lesbian, Gay Bisexual and Transgender (LGBT) memiliki disforia gender yang bertentangan dengan nilai-nilai dan kepercayaan mayoritas Malaysia.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif