Menlu Retno Marsudi seusai penutupan BDF VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/12/2015). (Foto: MTVN/Willy Haryono)
Menlu Retno Marsudi seusai penutupan BDF VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Jumat (11/12/2015). (Foto: MTVN/Willy Haryono)

BDF VIII Berakhir, Menlu Persiapkan Bali Process 2016

Internasional bali democracy forum
Willy Haryono • 11 Desember 2015 14:08
medcom.id, Nusa Dua: Bali Democracy Forum (BDF) VIII di Nusa Dua, Bali, telah berakhir. Forum internasional selanjutnya yang akan digelar di Pulau Dewata adalah Bali Process pada Maret 2016.
 
Berbicara setelah penutupan BDF VIII, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan pernyataan mengenai persiapan Bali Process 2016. Salah satu yang ditegaskan Menlu Retno adalah kesiapan Indonesia dalam berkontribusi terhadap masalah penyelundupan manusia dan kejahatan lintas negara.
 
"Indonesia tetap di posisi mendorong adaya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan-tantangan global," kata Menlu Retno di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (11/12/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menyangkut penyelundupan manusia dan kejahatan lintas negara, Menlu Retno menegaskan kerja sama bisa dilakukan antara negara asal, negara transit dan negara tujuan. Kerja sama dilakukan dengan terlebih dahulu menelusuri apa saja root causes atau akar permasalahannya.
 
Dua pekan lalu, Indonesia telah mengadakan pertemuan The Jakarta Meeting, yang membahas mengenai akar permasalahan penyelundupan manusia dan kejahatan lintas negara.
 
"Saat menyangkut masalah kemanusiaan, respon cepat harus diberikan. Namun penyelesaian masalahnya juga harus long lasting," ucap Menlu Retno.
 
Dalam Bali Process 2016, Australia dipastikan hadir. Dari waktu ke waktu, Indonesia dan Australia bersitegang mengenai masalah penyelundupan manusia. Australia menolak para pencari suaka yang datang ke pantainya, dan mendorongnya ke wilayah Indonesia. Padahal, para pencari suaka itu berasal dari negara lain. Dalam posisi ini, Indonesia hanya sebagai negara transit. "Dalam masalah imigrasi, Australia paham posisi Indonesia.
 
"Bali Process 2016 akan menjadi semakin penting artinya bagi kita karena relevan dengan krisis keimigrasian terbaru di Eropa," ujar Menlu Retno.
 

(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif