Makanan dihadirkan di beberapa TPS di Australia, Sabtu 18 Mei 2019. (Foto: AFP)
Makanan dihadirkan di beberapa TPS di Australia, Sabtu 18 Mei 2019. (Foto: AFP)

Pemilu Australia Dimulai, Oposisi Berusaha Depak PM Morrison

Internasional australia
Willy Haryono • 18 Mei 2019 08:41
Canberra: Warga Australia mulai menggunakan hak pilih mereka dalam pemilihan umum pada Sabtu 18 Mei 2019 pagi waktu setempat. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dirinya telah menyatukan pemerintahan konservatif, sembilan bulan usai mendepak Malcolm Turnbull.
 
Sementara pemimpin oposisi Bill Shorten berusaha meraih suara sebanyak-banyaknya lewat sejumlah alternatif kebijakan yang bertolak belakang dengan PM Morrison.
 
Dilansir dari laman BBC, PM Morrison dan Shorten sama-sama sudah berada di tempat pemungutan suara sejak pagi hari. Tercatat ada 16,4 juta warga Australia yang telah mendaftar untuk ikut memilih dalam pemilu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Australia menggelar pemilu setiap tiga tahun sekali. Namun sejak 2007, belum ada satu PM pun di Australia yang berhasil menyelesaikan masa jabatan mereka secara penuh.
 
Pemilu digelar hanya dua hari usai kematian Bob Hawke, seorang ajudan mantan perdana menteri yang berbagai pencapainnya telah dipuji di dunia perpolitikan Negeri Kanguru.
 
Sejumlah jajak pendapat memperlihatkan bahwa ekonomi, biaya hidup, lingkungan dan kesehatan adalah kekhawatiran utama para pemilih. Beberapa pakar menilai pemilu kali ini bersifat 'generasional,' karena banyak pemuda Australia menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai perubahan iklim dan sulitnya membeli rumah.
 
Sebagian lainnya berpendapat warga Australia kelompok usia lebih tua rentan terkena dampak dari reformasi pajak yang banyak digaungkan selama masa kampanye.
 
Isu lain yang sering muncul semasa kampanye adalah mengenai aksi saling depak di pemerintahan Australia, pengakuan formal terhadap warga pribumi dan perlakuan terhadap politisi wanita di parlemen.
 
Sementara itu, PM Morrison yang berusaha memperpanjang pemerintahan Liberal-Nasional mengaku telah memulihkan perpecahan internal yang sebelumnya telah membuat Turnbull tumbang.
 
Semasa kampanye, PM Morrison lebih banyak membicarakan isu ekonomi. Ia juga beberapa kali menggambarkan bahwa pemilu kali ini hanyalah pilihan sederhana, memilih dirinya atau Shorten.
 
Shorten, yang telah memimpin Partai Buruh selama enam tahun, menekankan stabilitas partainya dan berbagai kebijakan dalam perubahan iklim, biaya hidup serta kesehatan.
 
Beberapa partai lain berusaha menggalang dukungan, termasuk Greens, One Nations dan United Australia Party.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif