Reem dan Rawan masih bertahan di Hong Kong usai melarikan diri dari Arab Saudi. (Foto: AFP).
Reem dan Rawan masih bertahan di Hong Kong usai melarikan diri dari Arab Saudi. (Foto: AFP).

Kabur dari Arab Saudi, Dua Bersaudari Bertahan di Hong Kong

Internasional arab saudi hong kong
Arpan Rahman • 08 Maret 2019 06:47
Hong Kong: Dua saudari perempuan asal Kerajaan Arab Saudi terdampar di Hong Kong setelah melarikan diri dari keluarga mereka. Keduanya telah diberikan perpanjangan tinggal di kota itu sampai bulan depan.
 
Kejadian yang dialami dua bersaudari kandung itu merupakan contoh terbaru dari para wanita Arab Saudi yang minggat dari kerajaan ultra-konservatif. Kemudian biasanya mereka terjebak di kota-kota asing dan mengajukan permohonan publik demi keselamatan mereka.
 
Baca juga: Dua Bersaudari asal Arab Saudi Terperangkap di Hong Kong.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan keterangan firma hukum yang mewakili mereka, keduanya masih mencari perlindungan di negara ketiga. Para wanita muda, berusia 20 dan 18, mengatakan mereka pergi dari keluarga yang kasar selama liburan di Sri Lanka, September lalu, dengan tujuan menuju Australia.
 
Tetapi mereka hanya berhasil sampai ke Hong Kong. Kedua wanita itu -- yang memakai alias Reem dan Rawan -- mengaku dicegat di bandara oleh pejabat konsuler Saudi dan tiket pesawat mereka dibatalkan.
 
Kedua gadis itu, yang memasuki Hong Kong sebagai pengunjung, juga dicabut paspor nya, membuat mereka terdampar di kota Tiongkok selatan.
 
"Masa tinggal mereka akan berakhir pada hari terakhir bulan Februari," kata pengacara mereka Michael Vidler, seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Jumat, 8 Maret 2019.
 
Ketika tenggat waktu itu menjelang, mereka mengeluarkan banding baru pekan lalu meminta pihak berwenang mengizinkan mereka tetap tinggal, sementara mereka mencari visa penyelamatan darurat ke negara lain.
 
Dalam sebuah pernyataan Kamis, Pengacara Vidler&Co mengatakan departemen imigrasi mengkonfirmasi bahwa kedua perempuan itu akan "ditoleransi lebih lanjut" hingga 8 April. Tetapi menambahkan "Direktur Imigrasi sekarang menegaskan bahwa meskipun ditoleransi, kedua bersaudari bertanggung jawab atas penuntutan dan pencabutan bila melampaui batas masa tinggal" .
 
Reem dan Rawan berkata, mereka "dalam ketakutan berlanjut bisa ditemukan oleh otoritas Saudi dan keluarga kami dan dipaksa untuk kembali ke Arab Saudi", dalam sebuah pernyataan yang diberikan firma hukum.
 
"Kami merasa seperti ikan yang terperangkap di oasis kecil yang cepat mengering," kata mereka.
 
Khawatir mereka mungkin diculik, keduanya itu mengatakan mereka harus berganti lokasi berkali-kali untuk tetap bersembunyi. Kesaksian mereka tidak dapat diverifikasi secara independen dan otoritas Saudi belum mengomentari tuduhan mereka.
 
Tetapi banyak perempuan Saudi yang melarikan diri ke luar negeri telah berbicara kepada media dan berbagai kelompok HAM tentang taktik persuasif dan paksaan yang digunakan pejabat Saudi dan anggota keluarga buat mengejar mereka yang melarikan diri.
 
Pada awal tahun, wanita Saudi berusia 18 tahun, Rahaf Mohammed al-Qunun, menarik perhatian dunia dengan pelarian dramatisnya dari keluarga yang diduga kasar, mendapatkan status pengungsi di Kanada.
 
Vidler katakan pada Kamis bahwa mereka mendesak "penentuan segera" visa kedua bersaudari itu ke negara ketiga yang aman.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif