Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif. (Foto: AFP).
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif. (Foto: AFP).

Iran Desak Tiongkok dan Rusia Lindungi Kesepakatan Nuklir

Internasional nuklir iran
Marcheilla Ariesta • 17 Mei 2019 21:00
Beijing: Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak 'sekutu Iran' termasuk Tiongkok dan Rusia untuk mengambil tindakan konkret melindungi kesepakatan nuklir 2015. Pasalnya, Amerika Serikat (AS) telah menarik diri dari kesepakatan tersebut.
 
Pada kunjungan ke Beijing, Zarif mengatakan dia akan berbicara dengan para pejabat Tiongkok mengenai hal ini.
 
"Saya akan membahas mengenai hubungan bilateral dan masalah-masalah berbahaya yang sedang berlangsung di kawasan kita saat ini," katanya dalam sebuah video di situs Kementerian Luar Negeri Iran, dilansir dari laman AFP, Jumat 17 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di tengah meningkatnya ketegangan di Teluk, Iran menolak negosiasi dengan AS. Mereka mengatakan pihaknya menunjukkan 'pengekangan maksimum' usai Washington mengirim pasukan militer tambahan ke wilayah itu.
 
Langkah AS dianggap sebagai ancaman oleh Teheran. Karenanya, Zarif meminta komunitas internasional untuk menyelamatkan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA).
 
Kesepakatan penting antara Iran dan negara-negara dunia, termasuk Uni Eropa dan Amerika Serikat itu menawarkan bantuan untuk sanksi Iran karena telah meningkatkan program nuklirnya.
 
Baca juga:Trump Tak Ingin Perang dengan Iran
 
Pada Mei 2018, Presiden AS Donald Trump menarik AS dari kesepakatan dan mengembalikan sanksi ekonomi sepihak.
 
"Jika komunitas internasional dan negara-negara anggota JCPOA lainnya, serta teman-teman kita di JCPOA seperti Tiongkok dan Rusia ingin mempertahankan prestasi ini, mereka harus memastikan bahwa rakyat Iran menikmati manfaat JCPOA," katanya.
 
Dia menambahkan Moskow dan Beijing yang mendukung Iran dan membantunya menjaga kesepakatan nuklir tetap berjalan. Mereka menuduh pihak-pihak lain dalam perjanjian untuk membiarkan Teheran jatuh.
 
Tiongkok adalah salah satu dari delapan pembeli minyak mentah Iran sebelum AS mengakhiri keringanan pada awal Mei lalu. Dan perjalanan Zarif ke Tiongkok dilakukan usai kunjungannya ke Turkmenistan, India dan Jepang dalam sepekan terakhir.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif