Gunung api White Island di Selandia Baru yang erupsi. Foto: AFP
Gunung api White Island di Selandia Baru yang erupsi. Foto: AFP

Enam Mayat Berhasil Dievakuasi dari Gunung Selandia Baru

Internasional gunung berapi selandia baru
Fajar Nugraha • 13 Desember 2019 09:46
Wellington: Sebanyak enam mayat telah diterbangkan dari gunung berapi White Island di Selandia Baru. Enam jenazah ini merupakan bagian dari delapan yang diyakini telah ditinggalkan di sana setelah letusan gunung berapi Senin.
 
Mayat telah diterbangkan ke kapal angkatan laut HMNZS Wellington. Operasi ‘kecepatan tinggi’ untuk memulihkan mayat diluncurkan meskipun ada risiko erupsi lain.
 
Belasan turis mengunjungi White Island ketika letusan itu terjadi -menewaskan delapan orang lainnya- 20 tetap berada dalam perawatan intensif dengan luka bakar parah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kondisi di pulau itu menguntungkan, kata Wakil Komisaris Polisi John Tims. Kerabat menunggu dengan cemas kembalinya operasi evakuasi setelah sebelumnya menghadiri upacara doa bersama di dekat pulau.
 
Sekitar 47 pengunjung dari seluruh dunia berada di pulau itu ketika meletus. 24 berasal dari Australia, sembilan dari Amerika Serikat (AS), lima dari Selandia Baru, empat dari Jerman, dua dari Tiongkok, dua dari Inggris, dan satu dari Malaysia.
 
GeoNet, situs informasi bahaya geologi Selandia Baru, mengatakan pada Kamis ada kemungkinan 50-60 persen terjadi letusan lain dalam 24 jam ke depan.
 
Tetapi keluarga para korban semakin bertambah putus asa agar mayat-mayat itu bisa ditemukan.
 
"Kami sekarang hidup dengan rasa putus asa yang semakin besar untuk membawa pulang orang-orang yang kami tahu ada di sana," kata Wali Kota Whakatane, Judy Turner kepada wartawan, seperti dikutip BBC, Jumat, 13 Desember 2019.
 
"Frustrasi keluarga-keluarga yang paling terkena dampak sepenuhnya dapat dimengerti,” tuturnya.

Rencana evakuasi

Spesialis dari Militer Selandia Baru pergi ke pulau itu pada Jumat pagi untuk mencoba mengevakuasi mayat.
 
Tim tersebut, yang mengenakan pakaian pelindung dan alat bantu pernapasan, diterbangkan dari kapal fregat angkatan laut ke pulau itu pada Jumat pagi waktu setempat.
 
Jika gunung berapi meletus ketika mereka berada di pulau itu, mereka bisa menghadapi bahaya magma, uap yang sangat panas, abu dan bebatuan yang dilemparkan dengan kecepatan tinggi, kata ahli vulkanologi.
 
Selama operasi, seorang ahli geologi menganalisis data waktu nyata untuk menilai apakah misi perlu dibatalkan.
 
Wakil Komisaris Polisi Mike Clement mengatakan kepada wartawan bahwa upaya evakuasi akan direncanakan tetapi memperingatkan bahwa ada banyak hal yang bisa salah.
 
Evakuasi yang cepat berarti lebih sedikit waktu untuk mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk memastikan bahwa mayat-mayat tersebut diidentifikasi dengan benar.
 
Menurut New Zealand Herald, semua mayat berada dalam jarak 200 meter dari satu sama lain.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif