Reem dan Rawan terperangkap di Bandara Hong Kong. (Foto: AFP / Anthony WALLACE)
Reem dan Rawan terperangkap di Bandara Hong Kong. (Foto: AFP / Anthony WALLACE)

Dua Bersaudari asal Arab Saudi Terperangkap di Hong Kong

Internasional arab saudi hong kong
Arpan Rahman • 23 Februari 2019 14:24
Hong Kong: Dua perempuan kakak beradik asal Arab Saudi terperangkap di Hong Kong. Keduanya mengaku terpaksa melarikan diri karena menerima kekerasan fisik dari beberapa pria di keluarga mereka.
 
Kedua wanita tersebut, Reem dan Rawan, mengaku khawatir akan segera dideportasi paksa dari Hong Kong. Reem dan Rawan adalah kisah terbaru dari sejumlah wanita Arab Saudi yang mencoba melarikan diri dari negara mereka.
 
Reem dan Rawan, berusia 20 dan 18 tahun, dikabarkan dicegat beberapa petugas konsular Saudi saat keduanya mendarat di bandara Hong Kong. Paspor Reem dan Rawan juga dikabarkan dicabut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka mengaku melarikan diri karena sering dipukuli ayah sejak usia muda. Reem dan Rawan juga mengaku dipukuli beberapa kakak laki-laki mereka atas alasan sepele, semisal telat bangun pagi.
 
"Mereka mulai memukuli saya. Ayah saya tidak menghentikan mereka. Ayah berpikir aksi mereka membuat mereka merasa menjadi laki-laki tulen," tutur Reem kepada kantor berita AFP, Sabtu 23 Februari 2019.
 
Bahkan, kata Reem dan Rawan, adik laki-laki mereka yang baru berusia 10 tahun juga ikut dalam aksi pemukulan. "Adik saya masih anak-anak, tapi dia belajar (memukul) dari kakak dan ayah saya. Mereka bilang memukul adalah cara tepat bagi seorang pria untuk menangani wanita," tutur Reem.
 
Saat keluarga Reem dan Rawan berlibur ke luar negeri, keduanya kemudian melarikan diri. Mereka dapat mengambil paspor dari tas orang tua, yang biasanya disimpan secara ketat di brankas.
 
Rencana pelarian sudah dibicarakan dua tahun lalu. Kesempatan itu baru datang September 2018, saat keluarga besar Reem dan Rawan berlibur ke Sri Lanka.
 
Saat kedua orang tua mereka tidur, dua bersaudari itu pun mengambil paspor dari dalam tas dan terbang dari Colombo menuju Hong Kong.
 
Jumat kemarin, Menteri Keamanan Hong Kong John Lee mengatakan bahwa "kepolisian telah menerima dua laporan terpisah, satu mengenai orang hilang dan satu mengenai permohonan untuk investigasi kasus tertentu. Dia menolak mengelaborasi lebih jauh.
 
Konsulat Arab Saudi di Hong Kong belum merespons permohonan AFP untuk mengomentari Reem dan Rawan. Menurut Reem dan Rawan, paspor mereka sudah dicabut sejak November tahun lalu.
 
"Kami takut kami akan dibunuh karena keluarga ingin membersihkan nama baik mereka, atau mereka akan memaksa kami menikah," kata Reem.
 
Reem dan Rawan juga mengaku sudah tidak lagi beragama Islam, dan khawatir akan langsung dihukum mati saat sewaktu-waktu dideportasi ke Arab Saudi.
 
Baca:Rahaf al-Qunun Takut Dibunuh Keluarga Karena Murtad
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif