Kapal induk AS USS Ronald Reagan dan kapal destroyer USS Stethem ikut serta dalam latihan bersama Angkatan Laut Korsel, 18 Oktober 2017. (Foto: AFP/US NAVY/KENNETH ABBATE )
Kapal induk AS USS Ronald Reagan dan kapal destroyer USS Stethem ikut serta dalam latihan bersama Angkatan Laut Korsel, 18 Oktober 2017. (Foto: AFP/US NAVY/KENNETH ABBATE )

Dua Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan

Internasional amerika serikat tiongkok taiwan
Willy Haryono • 30 April 2019 10:59
Taipei: Dua kapal perang tipe destroyer milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Stethem dan USS William P. Lawrence, berlayar melalui Selat Taiwan pada Minggu 28 April. AS menyebut pelayaran tersebut sebagai operasi transit "rutin."
 
"Transit kedua kapal melalui Selat Taiwan mendemonstrasikan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata juru bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS, Komodor Clay Doss, kepada kantor berita CNN, Senin 29 April 2019.
 
"Angkatan Laut AS akan terus berlayar, terbang dan beroperasi di wilayah manapun dalam koridor hukum internasional," tambah dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa kapal Tiongkok membayang-bayangi dua kapal perang AS tersebut selama proses transit. Angkatan Laut AS mengatakan semua interaksi selama periode tersebut berlangsung "aman dan profesional."
 
Pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump ingin menjadikan operasi transit di Selat Taiwan menjadi kegiatan yang lebih rutin. Saat ini, operasi semacam itu dilakukan dalam hitungan bulan. Sebelumnya, transit hanya dilakukan satu kali per tahun.
 
AS telah melakukan pelayaran melalui Selat Taiwan pada tiga bulan pertama sejak awal tahun ini.
 
Memiliki lebar sekitar 177 kilometer, Selat Taiwan adalah pemisah antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) denjgan Taiwan. Selat tersebut dipandang sejumlah pihak sebagai titik strategis geopolitik, jika sewaktu-waktu Tiongkok memutuskan mengambil kembali wilayah Taiwan dengan kekuatan militer.
 
Bulan lalu, Taiwan menuduh Tiongkok melakukan tindakan "provokatif" usai dua pesawat jet tempur Beijing melintasi perbatasan maritim yang memisahkan kedua negara.
 
Militer Taiwan mengerahkan jet tempurnya, usai dua pesawat J-11 asal Tiongkok melewati perbatasan di wilayah Selat Taiwan. Insiden tersebut memicu ketegangan antar jet kedua negara selama 10 menit.
 
Jika terkonfirmasi sebagai perbuatan yang disengaja, maka itu akan menjadi penerobosan kali pertama oleh Tiongkok ke Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.
 
Negeri Tirai Bambu masih memandang Taiwan sebagai bagian dari negara yang akan direunifikasi, meski pemerintah dua kubu sudah berjalan sendiri sejak berakhirnya perang sipil di pulau utama Tiongkok pada 1949.
 
Taiwan mengklaim sebagai negara berdaulat, dengan mata uang, sistem politik dan yudisial sendiri. Namun hingga kini Taiwan belum secara formal mendeklarasikan kemerdekaan dari pulau utama Tiongkok.
 
Baca:Tiongkok Protes Pembukaan Kantor Perwakilan AS di Taiwan

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif