Perang Dagang AS-Tiongkok Untungkan Indonesia
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing, 9 November 2017. (Foto: AFP/NICOLAS ASFOURI)
Jakarta: Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok dinilai menguntungkan Indonesia. Pasalnya, Indonesia berada di posisi yang baik karena terletak di antara dua negara super power tersebut.

"Justru ini bisa mendatangkan keuntungan bagi Indonesia, dengan menerima lebih banyak investasi dari perusahaan Amerika Serikat. Mereka tentunya akan menyaingi investasi dari Tiongkok," tutur Lyle J. Morris, analis senior kebijakan dari RAND Corporation, di Jakarta Geopolitical Forum 2018, Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Lyle mengatakan keuntungan ini harus bisa dimanfaatkan Indonesia karena bersifat jangka panjang. "Karena saya pikir, perusahaan AS akan melihat potensi di mana Tiongkok berinvestasi," tuturnya.


Dia menambahkan salah satu negara stabil yang dilirik kedua negara besar tersebut adalah Indonesia. Meski demikian, Indonesia juga harus bisa menarik hati para perusahaan tersebut menaruh investasi.

Baca: AS Memperluas Peninjauan Investasi Asing

Menurut dia, caranya dengan memperkuat relasi bisnis, hubungan internasional yang berkaitan dengan AS. "Saya rasa Indonesia berencana membangun basis infrastruktur, bandara, pelabuhan, dan hal-hal seperti ini cukup menarik perusahaan AS untuk investasi di Indonesia," tukas dia.

Lyle, yang fokus menganalisis perkembangan di Asia Timur dan Tenggara, mengatakan situasi tersebut juga akan memberi keuntungan bagi Indonesia-AS dan Indonesia-Tiongkok. Pasalnya, kedua negara akan sama-sama bersaing untuk mendapatkan 'hati' Indonesia.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro juga mengatakan hal serupa. Beberapa waktu lalu, Bambang menuturkan kesempatan itu dapat membawa pertumbuhan ekonomi bagi RI.

"Indonesia sebaiknya menjadikan perang dagang AS dan Tiongkok sebagai peluang, bukan ancaman," tukas dia.






(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id