Lolos dari Eksekusi, Majikan Sampaikan Pengampunan ke Masamah

Marcheilla Ariesta 07 Mei 2018 12:40 WIB
tkiarab saudihukuman matiperlindungan wni
Lolos dari Eksekusi, Majikan Sampaikan Pengampunan ke Masamah
Masamah (berbaju hitam-putih) didampingi ayahnya, Raswa. (Foto: Ahmad Rofahan/ Medcom.id).
Jakarta: Masamah binti Rasuah Sanusi, mantan tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi, mendapat kunjungan dari majikannya. Majikan Masamah, Ghalib Nashir Albalawi ke Cirebon untuk memberikan pengampunan secara langsung ke Masamah sekaligus meminta maaf jika ada yang kurang berkenan selama pengadilan di Jeddah.
 
(Baca: TKI Lolos Hukuman Mati di Arab Saudi Pulang ke Indonesia Hari Ini).
 
Majikan Masamah mengatakan pengampunan diberikan kepada wanita tersebut tidak untuk mendapatkan simpati atau balasan apapun.
 
"Semua saya lakukan semata-mata demi mencari ridho Allah," ucap Ghalib di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, Senin 7 Mei 2018.
 
Pemberian maaf bagi Masamah ini menjadi sebuah pelajaran dan pengalaman berharga bagi Pemerintah Indonesia. Kasubdit Kawasan II Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Arief Hidayat mengatakan Pemerintah Indonesia mengapresiasi langkah yang dilakukan majikan Masamah tersebut.
 
"Kami sampaikan apresiasi ke beliau yang memberikan pengampunan ke Masamah. Dan apa yang dilakukan beliau menjadi pelajaran bagi kami," tukas Arief dalam kesempatan yang sama.
 
(Baca: Masamah Akhirnya Kembali ke Keluarga).
 
Sementara Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Mohammed Abdullah Shuibi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Ghalib. Dia juga memberikan plakat penghargaan kepada Ghalib sebagai bentuk apresiasinya.
 
Masamah merupakan salah satu TKI yang sempat masuk dalam daftar hukuman mati di Arab Saudi akibat dituduh membunuh anak majikannya. Namun berkat pengampunan dari keluarga korban, Masamah akhirnya dibebaskan dari segala tuduhan.
 
Sebelumnya Masamah didakwa membunuh anak majikannya yang berusia 11 bulan.  Wanita asal Cirebon, Jawa Barat itu bebas dari penjara atas jaminan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah. Setelah bebas dari penjara, Masamah tinggal sementara di shelter KJRI sambil menunggu dipulangkan ke Indonesia.
 
Selama proses hukum, Masamah mendapat bantuan dari pemerintah seperti jasa pengacara, penerjemah, pendampingan langsung, kunjungan rutin, komunikasi dengan otoritas setempat, kunjungan konjen dan staf ke pihak keluarga di Cirebon, kunjungan keluarga ke Arab Saudi, serta surat Presiden RI Joko Widodo kepada Raja Salman.
 
Adapun Masamah telah menjalani serangkaian proses hukum sejak Desember 2009 silam. Sejak awal persidangan, ia diancam dengan hukuman mati qishas (nyawa dibayar nyawa).
 
Kasus Masamah berawal pada 2 Desember 2009, anak seorang pengguna jasa ditemukan meninggal dunia di pelukan Masamah. Hasil pemeriksaan forensik, menunjukkan bahwa sidik jari Masamah terdapat di tubuh korban.
 
Namun, Masamah menyangkal telah melakukan pembunuhan tersebut. Dalam persidangan, ia bersaksi bahwa adanya sidik jari itu karena ia berusaha menenangkan korban yang menangis setelah bagian lehernya diduduki oleh saudara sepupunya yang berusia tiga tahun, saat tertelungkup. Tak lama setelah Masamah memangkunya, korban meninggal dunia.

 
 



(FJR)