Kekhawatiran Jepang Menjelang Pertemuan Trump dengan Kim
PM Jepang Shinzo Abe (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertolak menuju Washington untuk menemui Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rabu 6 Juni 2018. 

Ia ingin memastikan Trump turut menyinggung masalah keamanan Jepang serta kekhawatiran Negeri Sakura Lainnya saat bertemu pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura pada 12 Juni mendatang.

Seperti dikutip ABC News, Abe memiliki waktu kurang dari dua jam untuk mengungkapkan kekhawatirannya kepada Trump di Gedung Putih pada Kamis 7 Juni, sebelum keduanya pergi ke Kanada untuk konferensi Group of Seven (G7) pada 8-9 Juni.


Dari G7, Trump akan terbang ke Singapura untuk pertemuan bersejarah dengan Kim di Hotel Capella, Pulau Sentosa.

Jepang, yang mengandalkan AS atas diplomasi serta keamanan usai Perang Dunia II, tidak dilibatkan dalam serangkaian peristiwa diplomatik Korut. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sudah dua kali menemui Kim, sementara Abe belum sama sekali.

Baca: Rp19 Juta untuk Medali Emas Bergambar Tangan Trump dan Kim Jong-un

Ia tidak ingin Trump membuat semacam kompromi dengan Korut yang membuat sektor keamanan Jepang rentan diserang Korut. Abe juga ingin Trump menyinggung nasib sejumlah warga Jepang yang diculik Korut di era 1970 dan 1980-an.

Hitoshi Tanaka, seorang mantan diplomat, mengkritik langkah Abe ini. "Menurut saya memalukan jika seorang kepala negara meminta pemimpin lain untuk menyelesaikan masalah kedaulatan rakyatnya," ungkap Tanaka.

Selain soal pertemuan dengan Kim, Abe juga diyakini akan meminta Trump mencoret nama Jepang terkait tarif besi dan aluminium AS. Ia juga akan mengekspresikan penolakannya atas ancaman tarif AS terhadap produk otomotif Jepang.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360