Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan Kim Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ). Foto: AFP.
Presiden AS Donald Trump saat bertemu dengan Kim Jong-un di zona demiliterisasi (DMZ). Foto: AFP.

Korut Ancam Abaikan Korsel dalam Negosiasi dengan AS

Internasional amerika serikat korsel-korut
Arpan Rahman • 12 Agustus 2019 19:09
Pyongyang: Seorang pejabat Korea Utara (Korut) mengancam untuk meninggalkan Korea Selatan (Korsel) dari negosiasi mendatang dengan Amerika Serikat (AS). Ancaman itu dengan alasan latihan militer bersama sedang berlangsung antara Seoul dan Washington.
 
Kwon Jong Gun, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Korut memperingatkan bahwa diskusi di masa depan akan diadakan "secara ketat antara DPRK dan AS, bukan antara utara dan selatan" jika latihan berlanjut.
 
"Mengingat bahwa latihan militer dengan jelas menempatkan kita sebagai musuh dalam konsepnya, mereka harus berpikir bahwa kontak antar-Korea sendiri akan sulit dilakukan kecuali mereka mengakhiri latihan militer semacam itu atau sebelum mereka membuat alasan yang masuk akal atau penjelasan untuk melakukan latihan militer," katanya, dikutip dari UPI, Senin, 12 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kwon menuduh Korsel berusaha menyamarkan niat latihan militer dengan mengubah namanya dari "Aliansi 19-2" menjadi "Latihan Pos Komando Gabungan Korea Selatan-AS Tahap Kedua."
 
"Salah perhitungan jika mereka berpikir bahwa perubahan nama latihan itu dapat mengubah sifat agresifnya atau bahwa kita akan mendiamkan," ujarnya.
 
Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan, pemimpin Korut Kim Jong Un telah mengkritik latihan militer dalam surat setebal tiga halaman yang ia terima pekan lalu.
 
"Dia menyatakan, dengan sangat baik, bahwa dia ingin bertemu dan memulai negosiasi segera setelah latihan bersama Korsel-AS selesai," kata Trump. "Itu surat yang panjang, banyak keluhan tentang latihan yang konyol dan mahal."
 
Kwon juga mencatat bahwa Trump sudah meredakan kekhawatiran tentang uji coba rudal yang dilakukan Korut pekan lalu sebagai protes terhadap latihan militer yang akan dimulai pada Minggu.
 
"Sehubungan dengan tes kami untuk mengembangkan senjata konvensional, bahkan presiden AS membuat pernyataan yang pada dasarnya mengakui hak pertahanan diri dari negara berdaulat, mengatakan bahwa itu adalah uji coba rudal kecil yang dilakukan banyak negara," katanya.
 
Korut mengatakan rudal yang diuji sehari sebelumnya ialah jenis proyektil baru dan dipandu oleh Kim, menurut liputan KCNA yang dikelola pemerintah.
 
Laporan itu mencatat bahwa senjata baru dikembangkan buat menyesuaikan dengan medan Korut.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif