Calon penumpang di Bandara Hong Kong dihadapkan pada pembatalan penerbangan. Foto: AFP.
Calon penumpang di Bandara Hong Kong dihadapkan pada pembatalan penerbangan. Foto: AFP.

Dukungan Warga Asing untuk Pedemo Hong Kong

Internasional hong kong
Sonya Michaella • 13 Agustus 2019 18:11
Hong Kong: Para calon penumpang di Bandara Internasional Hong Kong menyuarakan dukungan bagi para demonstran antipemerintah. Sebagian besar dari calon penumpang tersebut adalah turis asing.
 
Baca juga: Pedemo Timbulkan Kekacauan di Bandara Hong Kong.
 
“Demo mereka mungkin menyusahkan saya. Tapi saya tahu apa yang mereka lakukan dan saya mendukung mereka,” kata Mag Mak, seorang calon penumpang yang akan kembali ke Dubai dan penerbangannya ditunda selama lima jam, dikutip dari Channel News Asia, Selasa 13 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga menilai, pemerintah harus segera turun tangan untuk menanggapi para demonstran yang aksinya kini semakin meluas.
 
Pendapat yang sama juga dilontarkan Frank Filser asal Jerman yang terlunta-lunta di bandara karena penerbangannya ditunda selama beberapa jam.
 
“Kapan pun saya bisa kembali ke Jerman. Tapi, mereka berdemo untuk kemajuan demokrasi Hong Kong. Mengapa pemerintah tidak menanggapi?” ujar dia.
 
Meski bandara telah dibuka kembali, namun sejumlah penerbangan internasional masih ditunda. Akibatnya, bandara penuh sesak dengan ratusan ribu calon penumpang yang menunggu kepastian jadwal penerbangan.
 
Penutupan tiba-tiba dari salah satu pusat transportasi udara tersibuk di dunia terjadi setelah ribuan demonstran berpakaian hitam membanjiri bandara untuk unjuk rasa damai.
 
Aksi tersebut adalah peningkatan dramatis dari krisis 10 minggu yang telah menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Tiongkok Hong Kong sejak penyerahan Inggris tahun 1997.
 
Baca juga: Bandara Hong Kong Batalkan 300 Penerbangan.
 
Protes yang dimulai bertentangan dengan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi ke daratan telah berubah menjadi upaya yang lebih luas untuk membalikkan slide kebebasan di kota di wilayah selatan Tiongkok itu.
 
Namun pemimpin kota yang didukung Beijing itu telah mengesampingkan memenuhi tuntutan para pemrotes, yang mencakup hak untuk memilih pemimpin mereka berikutnya dan penyelidikan atas dugaan kebrutalan polisi.
 
Demonstrasi menjadi semakin keras, dengan polisi menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk mendorong kembali demonstran yang kadang-kadang melemparkan batu bata dan botol.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif