Pertemuan Menaker se-ASEAN di Singapura, Senin, 29 April 2019. (Foto: Dok. Kemenaker)
Pertemuan Menaker se-ASEAN di Singapura, Senin, 29 April 2019. (Foto: Dok. Kemenaker)

Sembilan Kesepakatan Antisipasi Pekerjaan Masa Depan

Internasional berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 29 April 2019 19:40
Singapura: Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) di kawasan ASEAN menyepakati sembilan langkah untuk mengantisipasi perubahan pekerjaan pada masa depan (future of work).
 
Langkah pertama adalah memperkuat kapasitas lembaga-lembaga publik dan swasta untuk mempersiapkan tenaga kerja melalui program skilling, upskilling, dan reskilling dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.
 
Kedua, dengan meningkatkan partisipasi perempuan, difabel, dan lansia pada pekerjaan yang layak dengan mengadopsi kebijakan, inisiatif, dan pelatihan keterampilan teknologi dan platform digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketiga, mendorong dan mendukung upaya bisnis, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah untuk berinvestasi dalam pekerjaan yang layak sesuai standar internasional demi meningkatkan kuantitas dan kualitas pekerjaan," ujar Menaker RI M Hanif Dhakiri, usai menghadiri pertemuan di Singapura, Senin, 29 April 2019.
 
Sembilan Kesepakatan Antisipasi Pekerjaan Masa Depan
Menaker M Hanif Dhakiri (Foto: Dok. Kemenaker)
 
Langkah keempat adalah menerapkan kebijakan yang responsif untuk mengantisipasi perubahan sifat hubungan kerja.
 
Kemudian, membangun sistem informasi pasar kerja yang baik untuk memudahkan tenaga kerja ASEAN memperoleh pekerjaan layak.
 
"Yang tak kalah penting adalah mempromosikan inisiatif perlindungan sosial yang berkelanjutan secara fiskal di negara-negara ASEAN, untuk menjunjung tinggi atau meningkatkan kesejahteraan pekerja dan meningkatkan kecukupan pensiun mereka," ujar Hanif.
 
Selanjutnya, langkah keenam adalah dengan memperkuat dialog sosial antara pengusaha dan organisasi serikat pekerja untuk mengakomodir kepentingan pengusaha dan pekerja dalam lanskap pasar kerja yang berkembang.
 
Ketujuh, memperkuat hubungan tripartit untuk memungkinkan semua mitra bekerja secara kolektif menuju pembangunan berkelanjutan dari komunitas ASEAN, dan penciptaan pekerjaan yang layak untuk tenaga kerja.
 
"Selanjutnya, meningkatkan kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait, seperti badan sektoral ASEAN lainnya, untuk memfasilitasi respons ASEAN yang terkoordinasi dalam mempersiapkan tenaga kerja dan bisnis ASEAN," katanya.
 
Langkah terakhir adalah meningkatkan kerja sama antara ASEAN dan Organisasi Buruh Internasional untuk memfasilitasi berbagi model, praktik terbaik, dan pengalaman dalam mempersiapkan pekerja untuk beradaptasi dengan pekerjaan pada masa depan.
 
"Sembilan kesepakatan ini telah mempertimbangkan kapasitas dan sumber daya masing-masing negara anggota ASEAN untuk mempersiapkan tenaga kerja, sambil mengakui bahwa dampak transisi mungkin berbeda di antara negara anggota," ucap Hanif.

 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif