Pendukung Jatupat protes agar aktivis itu dibebaskan. (Foto: AFP).
Pendukung Jatupat protes agar aktivis itu dibebaskan. (Foto: AFP).

Aktivis Anti-junta Thailand Bebas Diampuni Raja

Internasional thailand
Marcheilla Ariesta • 10 Mei 2019 14:17
Bangkok: Aktivis anti-junta Thailand dibebaskan dengan pengampunan kerajaan. Jatupat Boonpatararaksa, 27, menghabiskan waktu dua tahun di penjara karena menghina monarki negara itu.
 
Dia disambut keluarga dan teman-teman usai meninggalkan penjara Provinsi Khon Kaen.
 
"Saya tidak marah kepada siapa pun, saya hanya mencintai demokrasi dan kebebasan," katanya, dilansir dari AFP, Jumat, 10 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pengampunan terjadi beberapa hari usai Raja Maha Vajiralongkorn dinobatkan menjadi Raja Thailand akhir pekan lalu. Penobatannya yang pertama dalam 69 tahun.
 
Negeri Gajah Putih diketahui memiliki peraturan yang keras untuk para penghina kerajaan. Para penghina kerajaan mendapat hukuman penjara maksimum 15 tahun.
 
Jatupat dinyatakan bersalah setelah berbagi profil Raja Maha Vajiralongkorn yang ditulisnya di BBC berbahasa Thailand. Profil tersebut berisi perincian kehidupan pribadi sang raja yang terkenal di dalam kerajaan, namun jarang diketahui publik.
 
Tulisannya dibagikan lebih dari dua ribu kali. Namun, Jatupat merupakan satu-satunya orang yang dituntut.
 
Aktivis pro-demokrasi lain yang berbagi artikel melarikan diri dari negara itu usai menghadapi tuduhan serupa.
 
Jatupat mengucapkan terima kasih kepada Vajiralongkorn untuk pengampunan yang didapatkan. "Ini rahmat raja dan saya bersyukur," ungkapnya.
 
Aktivis itu merupakan orang pertama yang ditahan usai Vajiralongkorn naik tahta setelah kematian ayahnya, Bhumibol Adulyadej pada 2016 silam.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif