Pesawat yang membawa warga Jepang dari Wuhan mendarat di bandara Haneda, Tokyo, Rabu 29 Januari 2020. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)
Pesawat yang membawa warga Jepang dari Wuhan mendarat di bandara Haneda, Tokyo, Rabu 29 Januari 2020. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Warga Jepang yang Dievakuasi dari Wuhan Tiba di Tokyo

Internasional virus korona jepang
Willy Haryono • 29 Januari 2020 07:18
Tokyo: Sebuah pesawat yang membawa sekelompok warga Jepang dari kota Wuhan di Tiongkok mendarat di bandara Tokyo pada Rabu 29 Januari 2020. Wuhan adalah kota pusat penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV).
 
Berdasarkan data terbaru otoritas kesehatan Tiongkok, virus korona nCoV telah menewaskan 131 orang, dengan total kasus terkonfirmasi melampaui 5.300. Semua kematian terjadi di Tiongkok, meski banyak negara juga mengonfirmasi kemunculan virus tersebut.
 
Seorang reporter AFP melihat pesawat yang mendarat di bandara Haneda. Ia menyebut pesawat tersebut mengangkut sekitar 200 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemeriksaan kesehatan terhadap semua penumpang dilakukan di dalam pesawat. Sejumlah pejabat Jepang mengatakan pihaknya belum berencana untuk mengkarantina para penumpang saat tiba di bandara.
 
Selain Jepang, sejumlah negara lain seperti Prancis, Amerika Serikat dan juga Indonesia berusaha mengevakuasi semua warga mereka dari Wuhan.
 
Saat ini terdapat 100 WNI di kota Wuhan, provinsi Hubei. Sementara untuk total di provinsi Hubei, jumlah WNI mencapai 243. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan persediaan bahan makanan untuk para WNI di Wuhan saat ini semakin menipis.
 
Selain bahan makanan, kebutuhan lain seperti masker juga semakin sulit didapat di Wuhan. Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun telah meminta pemerintah untuk mengirim masker ke Wuhan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merespons permintaan tersebut dan berencana segera mengirim 10 ribu masker ke Wuhan.
 
Menlu Retno mengatakan opsi evakuasi warga negara Indonesia dari Wuhan, Tiongkok, tetap terbuka. Namun, ia menekankan bahwa mengevakuasi warga dari kota yang dikunci total akibat wabah virus korona bukanlah hal mudah.
 
"Evakuasi di dalam status sebuah wilayah yang ditutup, tidak bisa serta merta dilakukan. Kita harus bicara dengan otoritas mereka, ada aturan-aturannya," tutur Menlu Retno.
 
Kota Wuhan ditutup rapat sejak 23 Januari. Namun Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang mengatakan ada sekitar 5 juta warganya yang telah meninggalkan kota tersebut sebelum isolasi dilakukan.
 
Ia mengaku menutup Wuhan merupakan keputusan sulit namun harus dilakukan demi menekan penyebaran virus korona nCoV.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif