Langit Jepang berubah menjadi berwarna ungu menjelang kedatangan Topan Hagibis, Sabtu 12 Oktober 2019. (Foto: Twitter/@Stardustjaem)
Langit Jepang berubah menjadi berwarna ungu menjelang kedatangan Topan Hagibis, Sabtu 12 Oktober 2019. (Foto: Twitter/@Stardustjaem)

Langit Jepang Berubah Ungu Jelang Kedatangan Topan Hagibis

Internasional Topan Hagibis
Willy Haryono • 12 Oktober 2019 16:01
Tokyo: Langit di sejumlah wilayah Jepang berubah menjadi berwarna ungu menjelang kedatangan Topan Hagibis pada hari ini, Sabtu 12 Oktober 2019. Sejumlah foto yang diabadikan warga memperlihatkan langit gelap bernuansa warna ungu, merah muda dan violet.
 
Seorang warganet dengan akun bernama @Stardustjaem di Twitter mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan langit berwarna ungu.
 
"Beberapa jam menjelang kemarahan Topan Super Hagibis, langit di Jepang berubah menjadi berwarna ungu. Pemandangan yang indah, tapi ada bencana di balik itu," tulisnya, dikutip dari Sputnik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Otoritas Tokyo telah mengumumkan level peringatan tertinggi untuk tujuh prefektur, dan juga memerintahkan lebih dari 50 ribu orang untuk mengungsi ke tempat aman. Hagibis diperkirakan dapat membawa angin dengan kecepatan hingga 225 kilometer per jam.
 
Badan Meteorologi Jepang (JMA) memprediksi Topan Hagibis akan tiba dekat kota Nagoya malam ini. Menurut data JMA pagi tadi, Hagibis berada di lokasi yang berjarak sekitar 320 kilometer dari pulau Hachiojima.
 
Warna ungu menyala merupakan sebuah fenomena cuaca bernama "scattering." Fenomena ini terjadi saat molekul dan partikel-partikel kecil di atmosfer memengaruhi arah datangnya cahaya, yang membuat cahayanya "berhamburan" ke segala arah.
 
Sementara itu, gangguan menjelang kedatangan Topan Hagibis telah terjadi di sejumlah wilayah di Jepang. Di prefektur Chiba, sekitar 27 ribu rumah kehilangan aliran listrik meski Hagibis belum tiba.
 
Sementara di Tokyo, Shizuoka dan area lainnya, semua layanan kereta api terpaksa dihentikan pemerintah.
 
"Semua perjalanan kereta tidak beroperasi. Begitu juga di wilayah Shizuoka," ucap Alfend Elias, kontributor Metro TV di Jepang, kepada Medcom.id.
 
"Saat ini di Jepang, terutama daerah Shizuoka, dilanda hujan deras dan angin yang sangat kencang," sambung dia.
 
Hampir 2.000 penerbangan domestik serta internasional dari dan menuju Tokyo juga telah dibatalkan.
 
Sejumlah pakar meteorologi membandingkan Topan Hagibis ini dengan Topan Ida yang mengguncang Jepang di tahun 1958. Kala itu, Topan Ida menewaskan 1.269 orang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif