Tiongkok bergegas bangun rumah sakit pasien virus korona. Foto: AFP
Tiongkok bergegas bangun rumah sakit pasien virus korona. Foto: AFP

Tiongkok Bergegas Bangun Rumah Sakit Pasien Virus Korona

Internasional virus korona tiongkok
Fajar Nugraha • 24 Januari 2020 16:41
Wuhan: Pemerintah Tiongkok bergegas untuk membangun rumah sakit baru dalam 10 hari. Rumah sakit ini nantinya digunakan untuk merawat pasien terinfeksi virus korona.
 
Rumah sakit itu dibangun di pusat penyebaran virus mematikan tersebut di Kota Wuhan, Provinsi Hebei.
 
Fasilitas di pusat kota Wuhan diharapkan akan digunakan pada 3 Februari untuk melayani peningkatan jumlah pasien yang terinfeksi oleh virus korona. Tercatat korban akibat virus itu telah menewaskan sedikitnya 26 orang dan jutaan orang terisolasi dalam upaya untuk mengekang penyebaran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Puluhan alat berat dan truk tampak terekam video kantor berita CCTV. Mereka bekerja keras di lokasi.
 
“Rumah sakit Ini akan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur yang tersebar di 25.000 meter persegi,” kata kantor berita resmi Xinhua, yang dikutip AFP, Jumat, 24 Januari 2020.
 
Konstruksi dimulai ketika laporan muncul kekurangan tempat tidur di rumah sakit yang ditunjuk sebagai berurusan dengan wabah. Virus korona kini telah menginfeksi 830 orang di seluruh Tiongkok.
 
Xinhua mengatakan fasilitas baru itu bertujuan "mengurangi kekurangan sumber daya perawatan medis dan meningkatkan kemampuan untuk merawat pasien".
 
Pada tahun 2003, Cina mendirikan sebuah rumah sakit di pinggiran pedesaan Beijing dalam waktu kurang dari seminggu untuk memenuhi peningkatan jumlah pasien yang menderita SARS. Sindrom Pernafasan Akut Parah itu menewaskan 349 orang di daratan Tiongkok dan 299 di Hong Kong pada 2002-2003.
 
Rumah Sakit Xiaotangshan terdiri dari struktur prefabrikasi dan Xinhua melaporkan Jumat bahwa Wuhan membangun fasilitas baru berdasarkan model yang sama.
 
Kota berpenduduk lebih dari 11 juta orang telah memusatkan perawatannya terhadap virus baru dengan mengisolasi pasien di 61 klinik dan rumah sakit yang ditunjuk.
 
Pejabat Tiongkok mengatakan virus itu kemungkinan berasal dari hewan liar di pasar makanan laut di kota itu. Tetapi virus menyebar ke beberapa negara di Asia dan sekitarnya.
 
Wabah itu telah mendorong pihak berwenang di setidaknya sembilan kota di Tiongkok untuk memberlakukan pembatasan perjalanan dan membatalkan acara publik untuk menghentikan penyebaran.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif