Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling tidak percaya lagi dengan sang kakak, PM Singapura Lee Hsien Loong (Foto: The Straits Times).
Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling tidak percaya lagi dengan sang kakak, PM Singapura Lee Hsien Loong (Foto: The Straits Times).

Perseteruan Keluarga PM Singapura Merebak di Media

Internasional singapura
Fajar Nugraha • 14 Juni 2017 16:12
medcom.id, Singapura: Keluarga dari Perdana Menteri Singapura dalam perpecahan. Adik dari Perdana Menteri Lee Hsien Loong menuduh kakaknya tidak mematuhi permintaan ayah mereka, mantan PM Singapura Lee Kuan Yew.
Sebagai seorang pemimpin, Lee Kuan Yew dianggap telah mengubah negara kecil itu dari kondisi miskin ketika lepas dari Inggris pada 1959, hingga menjadi negara maju seperti saat ini.
Putra Lee Kuan Yew, yakni Lee Hsien Loong menjadi Perdana Menteri ketiga Singapura pada 2004. Namun di mata adik-adiknya, Lee Hsien Yang dan Lee Wei Ling, kakaknya itu telah menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
"Kami merasa terancam dengan tindakan Hsien Loong yang menyalahgunakan posisinya dan mempengaruhi Pemerintah Singapura dan badan pemerintah demi kepentingan pribadi," pernyataan tertulis bersama dari Hsien Yang dan Wei Ling, seperti dikutip AFP, Rabu 14 Juni 2017.
"Saya akan meninggalkan Singapura hingga waktu yang tidak ditentukan, menyusul perbedaan yang terjadi," imbuh Lee Hsien Yang.
Dalam pernyataan itu menyebutkan bahwa akar permasalahan dipicu oleh nasib dari rumah keluarga peninggalan Lee Kuan Yew, 38 Oxley Road. Menurut Hsien Yang dan Wei Ling, ayahnya sudah berpesan agar rumah peninggalannya untuk dirobohkan.
Sebelum wafat dua tahun lalu, Lee Kuan Yew tidak suka jika rumah itu dijadikan tempat pemujaan atas dirinya. Lee khawatir rumahnya akan dijadikan museum jika tidak dihancurkan.
Kedua bersaudara itu pun menambahkan bahwa mereka menilai kakaknya sudah mengingkari instruksi sang ayah. Selain itu mereka juga menuduh bahwa kakaknya mengawasi dengan ketat gerak gerik mereka, sekaligus meragukan kemampuan Hsien Loong untuk memimpin Singapura.
"Kami sangat tidak nyaman dan dengan ketat diawasi di negara kami sendiri," pernyataan keduanya.
"Untuk saat ini kami tidak percaya lagi dengan Hsien Loong sebagai kakak ataupun pemimpin. Kami kehilangan kepercayaan terhadapnya," tegas keduanya.
Lee memimpin partai PAP menuju kemenangan besar pada pemilu Singapura 2015, enam bulan setelah kematian ayahnya.
Meskipun dipuja karena membawa Singapura menjadi negara yang makmur secara ekonomi, Lee Kuan Yew dikritik oleh kelompok pemerhati HAM karena mengekang kebebasan politik. Hal ini termasuk mengekang pers, memasukan lawan politik ke penjara dan menyebut kritikus telah mencemarkan nama baik.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif