Seorang staf medis mengenakan pakaian pelindung di sebuah rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok. (Foto: AFP)
Seorang staf medis mengenakan pakaian pelindung di sebuah rumah sakit di Wuhan, Hubei, Tiongkok. (Foto: AFP)

Dokter yang Merawat Pasien Virus Korona Meninggal

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 25 Januari 2020 10:38
Wuhan: Seorang dokter di sebuah rumah sakit di Hubei, provinsi yang merupakan pusat penyebaran virus korona di Tiongkok, dinyatakan meninggal. Saluran televisi China Global Television Network (CGTN) melaporkan pada Sabtu 25 Januari 2020 bahwa dokter tersebut meninggal akibat virus.
 
Sebelumnya, otoritas kesehatan Tiongkok mencatat total kasus virus Novel Korona (nCov) mencapai hampir 1.300, dengan korban tewas di angka 41 orang.
 
Liang Wudong, seorang dokter di Rumah Sakit Hubei Xinhua, meninggal di usia 62. CGTN menyebut Wudong sebagai satu dari sejumlah dokter yang berada di garda terdepan dalam upaya Pemerintah Tiongkok menanggulangi penyebaran virus korona nCoV.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masih dari keterangan otoritas kesehatan Tiongkok, virus korona kini telah menyebar di 30 provinsi, wilayah otonom dan kabupaten/kota di seantero Negeri Tirai Bambu.
 
Wuhan dan 13 kota lainnya di Hubei telah ditutup total sebagai bagian dari upaya karantina. Wuhan meripakan kota episenter virus korona nCov, yang saat ini telah menyebar ke sejumlah negara di berbagai benua.
 
Di kota Ezhou di provinsi Hubei, layanan kereta api dihentikan total. Sementara di kota Enshi, seluruh kegiatan operasional bus dihentikan.
 
Sementara untuk kota besar seperti Beijing dan Shanghai, otoritas setempat meminta warga yang kembali dari area terdampak virus untuk tetap berada di rumah selama 14 hari. Imbauan disampaikan untuk mengantisipasi penyebaran virus ke area yang lebih luas.
 
Sementara itu, Pemerintah Prancis mengonfirmasi tiga kasus perdana virus korona nCoV. Dalam sebuah konferensi pers, Menteri Kesehatan Agnes Buzyn mengatakan tiga kasus terkonfirmasi merupakan yang pertama di Eropa. Ia khawatir tambahan kasus akan bermunculan lagi di Prancis.
 
Pasien pertama virus korona di Prancis berada di kota Bordeaux. Buzyn mengatakan pasien tersebut merupakan pria berusia 48 tahun. Pria itu pulang ke Prancis sekitar dua hari lalu usai mengunjungi Tiongkok, dengan kota Wuhan sebagai salah satu destinasinya.
 
"Dia sedang dirawat di sebuah rumah isolasi untuk menghindari kontak dengan dunia luar. Dia baik-baik saja," kata Buzyn.
 
Orang yang terjangkit nCov merasakan gejala demam dan sesak napas, mirip dengan penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS. Wabah SARS telah menyebar ke 37 negara, dan menewaskan lebih dari 750 orang pada 2003.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif