Kemarahan Dubes RI Terkait Kasus Tewasnya TKI Adelina
Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana (Foto: Sonya Michaella).
Jakarta: Duta Besar RI untuk Malaysia, Rusdi Kirana menegaskan akan terus mengawal kasus Adelina Jemirah, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tewas karena diduga mendapat penyiksaan dari majikannya.
 
 
Rencananya, jenazah Adelina akan diterbangkan dari Penang ke Kuala Lumpur malam hari ini. Dari Kuala Lumpur, jenazah akan dilanjutkan ke Jakarta kemudian ke NTT.
 
"KBRI Kuala Lumpur akan mengawal kasus Adelia ini sampai tuntas. Sampai si majikan ini dipenjara dan dihukum berat," kata Dubes Rusdi kepada awak media, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018.
 
"Terus terang, saya tidak terima soal kasus Adelina ini. Menyakitkan. Saya marah-marah kemarin dengan beberapa pejabat Malaysia," tukasnya.
 
Dubes Rusdi menegaskan KBRI Kuala Lumpur tidak akan lagi menempuh jalur damai untuk permasalahan TKI, terutama untuk perempuan.
 
"Tidak ada lagi proses damai, bayar gaji, lalu majikan tidak dipenjara. Tidak akan lagi ada seperti itu. Kita harus tegas," ungkapnya berapi-api.
 
Pemilik maskapai penerbangan Lion Grup ini juga mengaku ingin bertemu dengan majikan Adelina sepulangnya dari Jakarta ke Kuala Lumpur nanti.
 
"Saya ingin lihat seperti apa majikan yang tega membuat TKI kita jadi seperti itu," ungkap dia lagi.
 
Terkait dengan tewasnya Adelina, otoritas Malaysia juga sudah menangkap tiga orang, terdiri dari ibu dan dua kakak beradik, yang diduga adalah majikan Adelina.
 
Adelina ditemukan sedang tidur di tikar di luar rumah. Kabarnya, sudah sebulan lebih ia tak boleh masuk rumah dan harus tidur di luar bersama anjing peliharaan majikan.
 
 
Dari hasil autopsi, ditemukan ada beberapa luka memar di kepala dan wajah Adelina. Selain itu, kaki tangannya juga positif infeksi serta kegagalan organ karena anemia.
 
Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi pada 13 Februari 2018 memastikan komitmen pemerintah untuk pengurusan atas kasus ini.

(Baca: Agen Adelina Bayar Kompensasi Lewat KJRI Penang).
 
Adelina sebenarnya berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Namun dia berangkat ke Penang dari Medan.
 
Tak hanya itu, paspor milik Adelina dikeluarkan di Blitar. Sebelumnya disebut nama Adelina dengan nama lengkap Adelina Lisao. Tetapi setelah dilakukan penyelidikan diketahui namanya sebenarnya adalah Adelina Jemirah.




(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id