Tim Kemenlu Sisir 3 Gili Cari Wisatawan Asing untuk Dievakuasi
Warganegara asing yang mendapatkan penjelasan dari Ketua FVHD Kemenlu RI Jean Annes (Foto: Dok.Kemenlu RI).
Lombok: Tim Foreign Visitor Help Desk (FVHD) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) terus menyisir wilayah di tiga Gili di Lombok. Mereka mencari wisatawan asing dilaporkan masih ada di daerah yang terkena imbas gempa 5 Agustus lalu.

Baca juga: 8.381 Korban Selamat Gempa Lombok di 3 Gili.

Hingga 9 Agustus dini hari, tim FVHD Kemenlu untuk Gempa Lombok masih terus menerima laporan dari Perwakilan Asing maupun wisatawan asing mengenai masih adanya warga negara asing (WNA) yang membutuhkan evakuasi dari tiga wilayah Gili, khususnya Gili Meno. Pada 9 Agustus siang hari, tim FVHD Kemenlu bersama Basarnas memutuskan untuk kembali melakukan penyisiran ke 3 Gili.
 
"Setelah membahas laporan yang masuk bersama Direktur Operasi Basarnas, Kemenlu dan Basarnas putuskan untuk melakukan wrap up rescue ke tiga Gili," ujar Jean Annes, mantan Konjen RI Ho Chi Minh City yang memimpin timm ke-2 FVHD Kemlu di Lombok, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Medcom.id, 9 Agustus 2018.
 
Pada penyisiran kepada tiga Gili tersebut berhasil dievakuasi sekitar 70 WNA. Mereka berasal dari 19 negara yang berbeda.
 

Ketua tim FVHD Kemenlu RI Jean Annes berbicara kepada wisatawan asing (Foto: Dok.Kemenlu RI).


Selain itu, Tim juga mendata 46 WNA yang memutuskan tetap tinggal di tiga Gili karena memiliki properti di tempat tersebut (vila, restoran, cafe dan lain-lain). Mereka berasal dari Inggris yang mencapai 21 orang, Australia empat orang, Swedia tiga orang, Prancis tiga orang, Amerika Serikat dua orang dan Belanda dua orang serta Jerman dua orang. Warga lain termasuk dari Polandia, Finlandia, Austria, Tiongkok, Kanada, Spanyol, Afrika Selatan, Ukraina dan Rusia masing-masing satu orang.
 
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polri. Karena itu Polri telah mengirimkan personelnya ke tiga Gili untuk memastikan keamanan masyarakat dan keamanan properti yang ditinggalkan pemiliknya", imbuh Jean Annes.
 
Menlu Retno Marsudi mengirimkan Team FVHD Kemenlu sejak hari pertama darurat, 6 Agustus 2018. Tim diharapkan dapat membantu pemerintah daerah serta Tim SAR di lapangan untuk menangani warga negara asing yang terkena dampak gempa.
 
Sebagian besar WNA terkonsentrasi di tiga Gili, untuk mempercepat proses, sejak hari kedua tanggap darurat Tim Kemenlu bersama Basarnas, didukung oleh TNI dan Polri langsung turun ke tiga Gili untuk mengorganisir proses evakuasi di tiga Gili.

Baca juga: Korban Tewas Gempa Lombok Bisa Bertambah.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) pada 5 Agustus lalu menyisakan duka mendalam. BNPB menyatakan, korban tewas hingga saat mencapai 131 orang. Dikhawatirkan korban akan terus bertambah karena banyak orang yang masih tertimbun dalam puing bangunan. Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim penyelamat gabungan.
 
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan sebanyak 8.381 korban selamat ditemukan di tiga pulau. Ribuan korban itu meminta segera dikeluarkan dari Pulau Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id