Petugas dengan pakaian pelindung menyemprotkan disinfektan dalam mewaspadai penyebaran virus korona nCoV dari Tiongkok di Gwangju, Korsel, 28 Januari 2020. (Foto: AFP/STR/YONHAP)
Petugas dengan pakaian pelindung menyemprotkan disinfektan dalam mewaspadai penyebaran virus korona nCoV dari Tiongkok di Gwangju, Korsel, 28 Januari 2020. (Foto: AFP/STR/YONHAP)

Infeksi Korona Lampaui Total Kasus SARS di Tiongkok

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 29 Januari 2020 11:08
Beijing: Jumlah kasus terkonfirmasi virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Tiongkok telah mencapai 5.974 per hari ini, Rabu 29 Januari 2020. Angka tersebut melampaui jumlah orang yang terjangkit penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) di Negeri Tirai Bambu pada 2002-2003.
 
Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada lebih dari 1.400 kasus terbaru virus korona di seantero negeri. Sementara total korban tewas sejauh ini mencapai 132 orang.
 
Saat SARS mewabah di Tiongkok, total orang yang terinfeksi mencapai 5.327. Wabah tersebut telah menewaskan lebih dari 770 orang di seluruh dunia, termasuk 349 di pulau utama Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah pakar memuji Tiongkok yang lebih reaktif dan terbuka dalam menangani virus korona. Saat wabah SARS, Tiongkok sempat menahan informasi tersebut.
 
Namun sebagian pihak menilai jajaran pejabat Tiongkok hanya fokus menjaga stabilitas ketimbang merespons wabah yang dimulai bulan ini.
 
Virus korona memicu kekhawatiran global karena kemiripannya dengan SARS. Namun menurut Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok, korona berbeda dengan SARS, karena menular saat masa inkubasi, bukan saat pasien menunjukkan gejala.
 
Gejala umum yang ditimbulkan virus korona nCoV meliputi demam, batuk dan sesak napas.
 
Sementara itu, Jepang dan Amerika Serikat telah mengevakuasi warga mereka dari Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV di Tiongkok.
 
Seorang reporter AFP melihat pesawat yang mendarat di bandara Haneda. Ia menyebut pesawat tersebut mengangkut sekitar 200 orang.
 
Pemeriksaan kesehatan terhadap semua penumpang dilakukan di dalam pesawat. Sejumlah pejabat Jepang mengatakan pihaknya belum berencana untuk mengkarantina para penumpang saat tiba di bandara.
 
Indonesia juga berencana mengevakuasi 100 WNI yang berada di Wuhan. Selama menanti proses evakuasi, Indonesia juga berencana memasok kebutuhan pokok untuk para WNI di Wuhan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah masker.
 
Merespons permintaan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berencana mengirim 10 ribu masker ke Wuhan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif