Protes di Hong Kong sudah memasuki pekan ke-10. (Foto: AFP).
Protes di Hong Kong sudah memasuki pekan ke-10. (Foto: AFP).

Pengamat: Hong Kong Tak Berani Pisah dari Tiongkok

Internasional hong kong
Marcheilla Ariesta • 16 Agustus 2019 10:50
Jakarta: Sudah sepuluh pekan protes terus terjadi di Hong Kong. Para pedemo meminta agar diberikan kebebasan lebih dari Beijing untuk wilayah semi-otonom tersebut.
 
Meski demikian, Hong Kong dinilai tidak berani pisah dari Tiongkok. Ini sudah jelas tertuang dalam perjanjian Tiongkok-Inggris mengenai pengembalian Hong Kong ke Beijing.
 
"Masyarakat Hong Kong tidak berani memisahkan diri. Pesan Beijing adalah status istimewa sudah diberikan atas Hong Kong, dan jangan minta lebih," kata Pengamat internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, kepada Medcom.id, Jumat, 16 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hong Kong dan Beijing dinilai memiliki mimpi yang sama sebagai 'ibu kota ekonomi' dunia. Kalangan bisnis Hong Kong sadar, jika krisis berlangsung terus, dapat merontokkan kredibilitas Hong Kong sebagai salah satu jangkar ekonomi dunia.
 
Karenanya, Rezasyah yakin jika protes akan reda dengan sendirinya. Tak ada tuntutan lebih dari para pedemo kepada pemerintah Hong Kong, maupun pusat.
 
Baca juga: Tindak Keras Hong Kong, Bisa Rusak Reputasi Tiongkok
 
"Jika krisis berlangsung, jangkar ekonomi dunia dapat memberat ke New York dan Singapura. Ini adalah hal yang amat dihindari Beijing dan Hong Kong. Keduanya memiliki ancaman yang sama, karena itu akan segera ada titik temu," imbuhnya.
 
Para pengunjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong, sebuah kota semi-otonom Tiongkok, telah melakukan protes tanpa henti selama 10 minggu untuk menuntut hak dan kebebasan yang lebih besar.
 
Hong Kong diperintah di bawah kerangka hukum "satu negara, dua sistem" sejak penyerahannya ke Tiongkok dari Inggris pada tahun 1997.
 
Hong Kong memungkinkan kebebasan sipil yang jauh lebih besar daripada yang ada di daratan, tetapi para pengunjuk rasa mengatakan bahwa kebebasan itu terkikis ketika gangguan Tiongkok daratan tumbuh.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif