Bebas dari Kasus Penghinaan Agama, Asia Bibi Masih Diburu

Arpan Rahman 23 November 2018 12:07 WIB
pakistan
Bebas dari Kasus Penghinaan Agama, Asia Bibi Masih Diburu
Asia Bibi masih belum sepenuhnya bebas dari tuduhan penghinaan agama. (Foto: AFP).
Islamabad: Asia Bibi, perempuan yang bebas dari kasus penodaan agama di Pakistan tetap tidak bisa merasakan kebebasan. Dirinya dan keluarga bahkan diburu oleh warga yang tidak setuju dengan kebebasannya.

Bibi mengklaim mereka diburu oleh para ekstremis yang menyatroni dari rumah ke rumah dengan membawa foto-foto untuk melacak mereka. Bibi, Perempuan non-Muslim yang menghabiskan delapan tahun di penjara, sempat divonis mati di Pakistan karena penodaan agama sebelum dibebaskan tiga pekan lalu.

Baca juga: Vonis Penodaan Agama Picu Protes Panjang di Pakistan.


Keluarga Bibi bersembunyi sejak dia dibebaskan oleh Mahkamah Agung Pakistan. Dia berada dalam tahanan perlindungan sebagai bagian dari kesepakatan antara pemerintah dan partai Islamis garis keras. Sejumlah protes kekerasan ditangguhkan sementara peninjauan kembali atas putusan pengadilan dilakukan.

Pengacara Bibi, sanak keluarga, dan pendukungnya meminta keluarga itu diberi suaka di negara Eropa atau Amerika Utara. Beberapa negara telah mengindikasikan kesediaan untuk menawarkan perlindungan, tetapi belum ada yang nyata.

John Pontifex, dari Aid to the Church in Need (ACN) Inggris, yang berkampanye atas nama Bibi sejak dia divonis dan dijatuhi hukuman mati pada 2010, mengatakan telah melakukan kontak hampir setiap hari dengan keluarganya selama tiga pekan terakhir dan mereka sangat ketakutan.

"Keluarganya harus pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari deteksi. Terkadang mereka hanya bisa beroperasi setelah matahari terbenam. Mereka harus menutupi wajah mereka ketika keluar di depan umum," katanya, seperti dinukil dari Guardian, Jumat, 23  November 2018.

Pengacara Bibi, yang melarikan diri dari Pakistan tak lama setelah putusan pengadilan, mengatakan hidupnya dalam bahaya. Katanya, pekan ini pembicaraan tentang suaka sedang berlangsung dengan beberapa negara Eropa. "Saya berharap dunia barat berusaha membantunya," kata Saiful Malook kepada para wartawan di Frankfurt.

Baca juga: 8 Tahun Terpenjara karena Penodaan Agama, Asia Bibi Dibebaskan.

Kanada, Spanyol, dan Prancis diperkirakan menawarkan suaka kepada Bibi. Jerman dan Italia dilaporkan sudah mengadakan pembicaraan dengan Pakistan tentang masalah ini. Pemerintah Inggris menolak menjawab pertanyaan tentang pertimbangan tawaran suaka, seraya berkilah tidak ingin lebih membahayakan Bibi dan keluarganya.

Dewan Muslim Inggris mengatakan dalam tweet: "Ada beberrapa laporan media tak berdasar bahwa Asia Bibi warga Pakistan ditolak suaka ke Inggris karena kekhawatiran dari Muslim Inggris. Kami menemukan sindiran semacam itu sebagai tidak masuk akal karena mereka bersifat memecah-belah. Kami tidak melihat alasan mengapa Asia Bibi harus ditolak suaka ke Inggris."

Setelah Bibi dibebaskan, kelompok garis keras Islamis memburunya dan para hakim dalam kasus itu agar dibunuh, dan mereka mengajukan protes yang membuat berbagai kota menjadi macet. Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, dituduh menyerah pada tuntutan mereka.

Bibi, seorang buruh tani, dituduh oleh penduduk desa Muslim telah menghina Nabi Muhammad gara-gara secangkir air. Putusan Mahkamah Agung mengatakan tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan ini.

 



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id