.Foto dari sebuah video animasi memperlihatkan Tiangong-1 milik Tiongkok. (Foto: AFP).
.Foto dari sebuah video animasi memperlihatkan Tiangong-1 milik Tiongkok. (Foto: AFP).

Stasiun Antariksa Tiongkok Jatuh ke Bumi Pekan Depan

Internasional luar angkasa tiongkok
Arpan Rahman • 25 Maret 2018 21:00
Sydney: Sejumlah pakar antariksa memprediksi stasiun luar angkasa Tiangong-1, atau "Istana Surgawi" milik Tiongkok akan berubah menjadi bola api saat memasuki atmosfer Bumi pekan mendatang.
 
Menurut prediksi terbaru, seperti dikutip ABC, Minggu 25 Maret 2018, Tiangong-1 akan mulai jatuh ke atmosfer Bumi antara 30 Maret sampai 3 April mendatang.
 
Muncul kekhawatiran stasiun berukuran sebuah bus itu jatuh secara tidak terkendali. Puing dari Tiangong-1 dapat jatuh ke area manapun di Bumi dalam rentang antara 43 derajat lintang utara dan selatan khatulistiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun menurut insinyur ruang angkasa Warwick Holmes, direktur eksekutif teknik luar angkasa di University of Sydney School of Aerospace, kemungkinan seseorang terkena puing Tiangong-1 sangat kecil.
 
Sebagai permulaan, kata Holmes, 70 persen Bumi tertutup oleh lautan, dan banyak area di Australia juga tidak berpenghuni,
 
"Banyak orang khawatir akan terkena puing stasiun luar angkasa Tiongkok. Saya berjanji itu tidak akan terjadi," kata Holmes.
 
"Anda lebih mungkin tertabrak mobil saat menyeberang di jalanan Sydney hari ini ketimbang terkena puing stasiun luar angkasa Tiongkok," sambungnya.
 
Apa Tiangong-1?
 
The Tiangong-1 adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional versi Badan Antariksa Tiongkok (CMSA). Stasiun ini lebih ringan bilang dibandingkan dengan Stasiun Luar Angkasa Internasional atau ISS yang berbobot 420 ton.
 
Tiangong-1 berbobot 8,5 ton, yang dibuat dari dua modul silinder: modul percobaan yang menjadi tempat kru dan modul layanan yang berisi mesin pendorong. Dua modul ini masing-masing memiliki panel surya.
 
Stasiun luar angkasa pertama Tiongkok diluncurkan pada 2011 dan sudah menyelesaikan tiga misi, satu tanpa awak dan dua dengan awak.
 
"Saat dibuat, awalnya stasiun ini hanya dirancang untuk beroperasi selama dua tahun, tetapi diperpanjang hingga 2016," kata Dr Xiaopeng Wu dari Universitas Sydney.
 
Pada 2016, CMSA memberi tahu Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa stasiun luar angkasa mereka telah menyelesaikan misinya.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif