Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu RI Damos Agusman. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella
Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu RI Damos Agusman. Foto: Medcom.id/Sonya Michaella

Hukum Internasional jadi Pembentuk Ulang Citra Indonesia

Internasional kemenlu
Sonya Michaella • 03 Oktober 2019 12:32
Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Indonesia akan menggelar seminar terkait hukum dan perjanjian internasional pada 15-16 Oktober 2019.
 
Seminar bertajuk ‘The Grand Anatomy of State Practice International Law in Asia for the Last 30 Years: Past, Present, and Future’ ini juga didukung oleh DILA, sebuah organisasi terkait hukum internasional di Asia. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dijadwalkan membuka seminar ini.
 
“Kami tentu menyambut baik soal kerja sama ini, mengingat Indonesia sangat terbuka dan ramah terhadap hukum internasional,” kata Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kemenlu RI Damos Agusman, di Jakarta, Kamis 3 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Damos menambahkan, Indonesia tidak bisa lepas dari hukum internasional di mana Undang-Undang Dasar RI juga dimulai dari norma internasional dan berlanjut penyusunan konstitusi negara.
 
“Hukum internasional juga membuat Indonesia memformat ulang dan menjadi negara archipelago yang lahir dari UNCLOS 1982,” ungkap Damos.
 
Dia juga mengatakan, hukum nasional dan internasional perlu untuk berjalan beriringan. Sejak merdeka 74 tahun yang lalu, NKRI menjadi anggota masyarakat internasional yang senantiasa aktif dalam merumuskan dan mengembangkan hukum internasional.
 
“Sekarang negara-negara Asia kontributif terhadap perkembangan hukum internasional. Negara-negara itu membentuk semacam rule base dan tatanan dunia berdasarkan hukum internasional,” tutur Damos lagi.
 
Seminar ini nantinya akan dihadiri oleh pakar-pakar hukum internasional khususnya wilayah Asia. Para pakar dan pembicara bakal membahas perkembangan hukum internasional di Asia dan kontribusi negara-negara Asia terhadap hukum internasional.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif