Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha
Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom. Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha

Fokus Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di 2020

Internasional indonesia-korsel
Fajar Nugraha • 14 Januari 2020 16:11
Jakarta: Menapak 2020, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom mengharapkan perluasan kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan. Ada tiga fokus yang menjadi perhatian dari Dubes Kim.
 
Tahun ini menjadi hubungan spesial antara Indonesia dan Korsel. Presiden Moon Jae-In dan Presiden Joko Widodo mengatakan hubungan kedua negara ditingkatkan menjadi kemitraan strategis khusus (special strategic partnership).
 
“Ada tiga fokus kerja sama kedua negara sepanjang 2020 ini. Pertama, enhancing connectivity together (meningkatkan konektivitas bersama),” ujar Dubes Kim di Kedutaan Besar Korea Selatan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami akan membuka Konsul pertama di Bali tahun. Konsul ini akan menjadi penghubung bagi warga Korea di Bali, Lombok, NTB, NTT,” jelasnya.
 
Dubes Kim mengatakan, kerap melihat turis korea ke Bali dan NTB. Selain juga melihat para pengusaha Korea meningkat di Bali dan Lombok.
 
“Kemudian kami juga memperkuat konektivitas people to people melalui technical and vocational, educational training (pelatihan pendidikan, teknis dan vokasi). Kami juga bekerja sama dalam bidang pendidikan tinggi,” tuturnya.
 
Fokus kedua bagi hubungan kedua negara pada 2020 ini adalah accelerationg economy partnership atau mengakselerasi kemitraan ekononi. “Tentunya elemen dari kerja sama ini adalah Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership (IK-CEPA),” ujarnya.
 
Dubes Kim mengharapkan IK-CEPA secara resmi bisa ditandatangani pada April 2020. Kemudian kesepakatan itu akan diserahkan ke parlemen baik di Indonesia dan Korsel.
 
“Target untuk menyelesaian proses ratifikasi sebelum akhir tahun ini. Jadi harapannya awal 2021 kalangan bisnis bisa menikmati manfaat IK-CEPA. Kami berharap proses ratifikasinya bisa berjalan lancar dengan dukungan dari anggota DPR,” Dubes Kim menambahkan.
 
“Mudah-mudahan,” imbuhnya.
 
Perluasan investasi juga menjadi fokus, terutama dibukanya pabrik mobil Hyundai di Cikarang. Dubes Kim harapkan pabrik itu bisa segera beroperasi. Selain juga industri Start-up yang juga turut menjadi perhatian. Kedua pemerintah akan berupaya menghadapi tantangan yang menerpa industri 4.0.
 
Fokus ketiga yang menjadi perhatian adalah berkolaborasi dalam agenda regional dan global. Ada dua perhatian penting, pertama adalah MIKTA. Tahun ini giliran Korea Selatan menjadi tuan rumah pertemuan MIKTA. “Bersama dengan Kemlu RI, kami meramu tema pertemuan MIKTA tahun ini,” sebut Dubes Kim.
 
Agenda global lainnya adalah Partnering for Green Growthand theGlobal Goals 2030 (P4G). Pertemuan tingkat tinggi dilakukan di Korea pada Juni. Sementara pertemuan pertama di Denmark Maret. Indonesia pun turut menjadi anggota forum ini.
 
“Kami sudah mengundang Presiden Jokowi untuk menghadiri pertemuan ini. Namun sementara belum bisa memberikan jawaban,” pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif