Staf medis menangani pasien virus korona nCoV di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di kota Wuhan, Tiongkok, 25 Januari 2020. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)
Staf medis menangani pasien virus korona nCoV di Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di kota Wuhan, Tiongkok, 25 Januari 2020. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)

Virus Korona: Korban Tewas 106, Infeksi Lampaui 4.000

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 28 Januari 2020 09:24
Beijing: Jumlah korban tewas virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) kembali bertambah menjadi 106 orang per hari ini, Selasa 28 Januari 2020. Sementara kasus terkonfirmasi bertambah hampir 1.300, dengan angka total infeksi melampaui 4.000.
 
Menurut laporan terbaru Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, dilansir dari kantor berita AFP, korban tewas bertambah 24 orang dan infeksi 1.291 pada hari ini.
 
Seluruh kematian akibat nCoV terjadi di Tiongkok, meski banyak negara lain telah mengonfirmasi kemunculan virus korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Negara terbaru yang mengonfirmasi kemunculan virus korona nCoV adalah Jerman. "Seorang pria di wilayah Starnberg terinfeksi korona virus terbaru," ucap juru bicara Kementerian Kesehatan di wilayah Bavaria, Jerman.
 
"Ia sedang berada dalam pengawasan di sebuah ruangan isolasi," lanjutnya.
 
Virus korona diyakini pertama kali berasal dari Wuhan, sebuah kota di provinsi Hubei, Tiongkok. Virus dikabarkan pertama kali muncul pada Desember lalu di sebuah pasar yang menjual beragam hewan di Wuhan.
 
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum dapat memastikan apakah virus korona nCoV menular selama periode inkubasi sebelum munculnya gejala penyakit.
 
Dalam laporan terbaru, WHO mengestimasi periode inkubasi virus korona nCoV ini berlangsung antara 2 hingga 10 hari.
 
WHO tidak mengonfirmasi pernyataan Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok bahwa pasien korona nCoV dapat menularkan virus ke orang lain sebelum menunjukkan gejala penyakit seperti demam atau sesak napas.
 
"Informasi mendetail dari pasien-pasien terinfeksi dibutuhkan untuk menentukan periode penularan 2019-nCoV, terutama mengenai apakah terjadi dari mereka yang belum menunjukkan gejala atau selama periode inkubasi," sebut WHO.
 
Pekan kemarin, WHO mengaku belum akan mendeklarasikan wabah virus korona nCoV di Tiongkok sebagai darurat kesehatan internasional. Deklarasi semacam itu hanya dikeluarkan WHO jika tingkat keparahan wabah suatu penyakit begitu besar dan luas.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif