Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Medcom.id)

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Selandia Baru usai Erupsi

Internasional gunung berapi selandia baru
Willy Haryono • 10 Desember 2019 08:26
Wellington: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Selandia Baru, tepatnya di area dekat Gisborne yang getarannya terasa di seantero North Island, Selasa 10 Desember 2019. Guncangan terjadi usai sebuah gunung berapi di White Island meletus Senin kemarin, yang menewaskan lima orang dan membuat delapan lainnya dinyatakan hilang.
 
Menurut keterangan organisasi GeoNet, 5,3 dikategorikan sebagai gempa "kuat" yang episenternya berlokasi sekitar 25 kilometer dari Gisborne. Sementara kedalaman gempa dilaporkan mencapai 28 km.
 
Dilansir dari TVNZ, lebih dari 1.800 orang mengaku merasakan guncangan. Sebagian besar dari mereka tinggal di area Bay of Plenty.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun warga Selandia Baru yang tinggal di wilayah utara dan selatan -- bahkan hingga di Dunedin -- juga mengaku turut merasakan guncangan.
 
Manajer Pertahanan Sipil Gisborne Wireme Tamati mengatakan kepada 1 News bahwa sejauh ini tidak ada kerusakan bangunan akibat gempa. Ia mengaku akan terus memonitor situasi terkini dan tetap menjaga kewaspadaan.
 
Tamati mengaku merasakan gempa saat dirinya sedang berada di gedung dewan di pusat kota Gisborne. Menurutnya, guncangan kala itu terasa sekitar 45 detik.
 
Ia menambahkan, ilmuwan dari Dewan Distrik Gisborne meyakini gempa ini tidak akan memicu gelombang tsunami.
 
Sementara itu Perdana menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengaku mengekspresikan "rasa duka mendalam" atas jatuhnya korban jiwa dalam erupsi di White Island. PM Ardern mengonfirmasi lima kematian, dan delapan orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga Senin 9 Desember.
 
Hanya ada sedikit harapan kedelapan orang hilang itu masih hidup, karena pemantauan via udara di White Island tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan di sekitar area erupsi.
 
Mereka yang berada di pulau saat erupsi terjadi adalah turis dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok dan Malaysia. Para turis itu dipandu oleh beberapa pemandu lokal.
 
PM Australia Scott Morrison mengaku khawatir tiga dari lima korban tewas yang sudah terkonfirmasi adalah warga Australia. Sementara delapan lainnya belum diketahui berasal dari mana.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif