Serangan Jelang Pemilu Pakistan Tewaskan 132 Orang
Personel militer dan warga berkumpul dekat ambulans yang mengangkut korban ledakan di Pakistan, Jumat 13 Juli 2018. (Foto: AFP/Banaras Khan)
Baluchistan: Serangan paling mematikan dalam masa kampanye pemilihan umum di Pakistan menewaskan sedikitnya 132 orang, termasuk seorang calon legislatif, pada Jumat 13 Juli 2018. 

Seperti dikutip dari CNBC, serangan bom bunuh diri di provinsi Baluchistan menewaskan 128 orang, termasuk seorang caleg. Empat lainnya tewas dalam sebuah serangan di Pakistan wilayah barat laut.

Ledakan terjadi beberapa jam sebelum mantan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif kembali dari London bersama putrinya, Maryam, untuk menghadapi vonis 10 tahun penjara atas kasus korupsi. Maryam menghadapi vonis tujuh tahun penjara.


Sharif dibawa ke tahanan untuk menjalani vonisnya. Namun dia juga berencana mengajukan banding dan mekanisme uang jaminan. Belum diketahui kapan banding ini akan dilayangkan, dengan batas waktunya hingga Senin mendatang.

Di kota Mastung, caleg Siraj Raisani dan 127 orang tewas saat pelaku bom bunuh diri beraksi di tengah kerumunan pendukung acara kampanye.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut via kantor berita Amaq. 

ISIS tidak mengungkapkan alasan atas serangan yang menewaskan Raisani, tokoh dari Partai Baluchistan Awami.

Raisani adalah saudara dari mantan kepala menteri Baluchistan, Aslam Raisani. Pelaksana tugas Menteri Dalam Negeri Agha Umar Bungazlai mengatakan kepada Associated Press bahwa 300 orang terluka dalam dua serangan terbaru.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id