Amnesty Internasional Temukan Pembangunan Pos Militer di Rakhine

Marcheilla Ariesta 12 Maret 2018 16:06 WIB
rohingya
Amnesty Internasional Temukan Pembangunan Pos Militer di Rakhine
Myanmar kembali bangun pos militer di tanah Rohingya di Rakhine. (Foto: AFP).
Rakhine: Myanmar tengah membangun pos keamanan di wilayah yang akan dijadikan tempat baru untuk para pengungsi etnis Rohingya. Menurut Amnesty International, mereka ragu dengan dibukanya pos keamanan tersebut, para pengungsi mau kembali ke wilayah itu.

Laporan Amnesty International yang baru, berjudul 'Remaking Rakhine State' menunjukkan peningkatan pesat dalam infrastruktur militer dan konstruksi lainnya sejak awal tahun. Laporan yang mereka buat tersebut berdasarkan citra satelit.

"Bukti baru pembangunan kembali telah didokumentasikan Amnesty dalam penelitian terbaru kami. Citra satelit menunjukkan bahwa pihak berwenang Myanmar membangun pos di wilayah yang harus dilalui Rohingya jika mereka kembali," ujar mereka dalam pernyataan tertulis, dilaporkan AFP, Senin 12 Maret 2018.


"Dalam beberapa kasus ada penghancuran rumah-rumah juga," imbuh mereka.

Meski pun mengakui gambar itu hanya melukiskan sebagian daerah saja, namun kelompok hak asasi manusia (HAM) tersebut mengatakan struktur pasukan keamanan, helipad, bahkan jalanan telah dibangun di sekitar tanah milik Rohingya.

Citra satelit bahkan menangkap gambar dari Desa Kan Kya di pinggiran kota Maungdaw, Rakhine yang diambil dua bulan usai serangan pada Agustus lalu. Gambar menunjukkan pemukiman yang dilalap api.

Negara bagian Rakhine kembali bergejolak pada Agustus 2017. Sebanyak 700 ribu warga etnis Rohingya kabur dari tempat tinggal mereka dan kini menetap di kemah pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id