Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di Taipei, 21 Maret 2019. (Foto: AFP/SAM YEH)
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di Taipei, 21 Maret 2019. (Foto: AFP/SAM YEH)

Presiden Taiwan akan Kunjungi AS di Sela Tur Karibia

Internasional taiwan
Willy Haryono • 01 Juli 2019 17:02
Taipei: Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dijadwalkan berhenti sejenak di Amerika Serikat di sela tur ke empat negara Kepulauan Karibia. Kunjungan ke AS diyakini akan memicu kemarahan Tiongkok.
 
Tiongkok memandang Taiwan sebagai bagian tak terpisahkan yang sewaktu-waktu akan disatukan dengan Negeri Tirai Bambu. Selama ini, Tiongkok selalu mengkritik sejumlah negara yang berpotensi memberikan dukungan diplomatik kepada Taiwan.
 
Meski telah mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taipei ke Beijing pada 1979, AS masih tetap menjadi mitra tak resmi terbesar bagi Taiwan. AS juga merupakan penyalur senjata terbesar ke Taiwan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kantor kepresidenan Taiwan mengumumkan bahwa nantinya Tsai akan mengunjungi dua lokasi di AS. Kunjungan ini akan dilakukan di sela tur Karibia antara tanggal 11 dan 22 Juli.
 
"Kami selalu disambut baik AS di setiap kunjungan, dan kami yakin hal seperti itu juga terjadi kali ini," kata Wakil Menteri Luar Negeri Taiwan Miguel Tsao kepada awak media, dikutip dari laman AFP, Senin 1 Juli 2019.
 
Tsai pernah melakukan kunjungan transit ke AS saat tur Pasifik di tahun ini. Pada 2018, Tsai juga mengunjungi Paraguay serta Belize, yang langsung memicu protes dari otoritas Tiongkok.
 
Taiwan selama ini cenderung tidak mengumumkan agenda resmi kenegaraan, karena khawatir Tiongkok akan menggunakan pengaruhnya untuk melakukan gangguan.
 
Dalam tur Karibia, Tsai dijadwalkan berkunjung ke Haiti, St Vincent and the Grenadies, St Lucia, dan St Christopher and Nevis. Tujuan dari kunjungan diyakini untuk menggalang dukungan diplomatik.
 
Haiti adalah satu dari 17 negara di dunia yang secara resmi mengakui Taiwan sebagai negara. Haiti telah berjanji akan menjaga hubungan baik dengan Taiwan, meski negara tetangganya, Republik Dominika, memilih bermitra dengan Tiongkok.
 
Taipei telah menganggarkan dana pinjaman untuk pembangunan Haiti sebesar USD150 juta atau setara Rp2,1 triliun. Sementara Beijing dilaporkan menawarkan Republik Dominika dana bantuan dan investasi sebesar USD3 miliar atau setara Rp42 triliun.
 
Baca:Taiwan Desak Tiongkok Minta Maaf Atas Tragedi Tiananmen

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif