Bandara Phuket di Thaiand tampak kosong ditinggalkan wisatawan pada 3 Januari 2018. (Foto: Phuket News).
Bandara Phuket di Thaiand tampak kosong ditinggalkan wisatawan pada 3 Januari 2018. (Foto: Phuket News).

Badai Pabuk Mengintai, Turis Tinggalkan Pulau Thailand

Internasional thailand
Arpan Rahman • 03 Januari 2019 16:27
Bangkok: Puluhan ribu wisatawan telah meninggalkan pulau-pulau wisata Thailand, Koh Phangan dan Koh Tao. Mereka melakukan eksodus massal akibat ancaman badai tropis Pabuk yang akan membawa hujan lebat, angin kencang, dan ombak setinggi tujuh meter.
 
Kedua pulau, yang sangat populer di kalangan penikmat liburan terutama selama puncak musim Natal dan Tahun Baru, telah dikosongkan sejak Rabu ketika para wisatawan berkemas ke kapal-kapal feri yang menuju daratan Thailand selatan. Aktivitas berenang dilarang dan perahu-perahu diatur agar menangguhkan pelayaran.
 
Pabuk, badai tropis pertama Thailand di daerah itu di luar musim monsun selama sekitar 30 tahun, siap menghantam Koh Phangan dan Koh Tao serta Koh Samui pada Jumat malam, sebelum melanda daratan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Belum ada perintah evakuasi resmi yang dikeluarkan, tetapi para wisatawan pergi berbondong-bondong.
 
"Saya pikir pulau-pulau itu hampir kosong, hingga antara 30.000 hingga 50.000 orang telah berlalu sejak pesta malam Tahun Baru," kata Kepala Distrik Koh Phangnan, Krikkrai Songthanee, kepada AFP, Kamis, 3 Januari 2019.
 
Pejabat Wali kota Koh Tao, salah satu destinasi menyelam terbaik di Asia Tenggara, mengatakan perahu ke Chumphon di daratan penuh dengan turis. Tetapi beberapa ribu pengunjung masih bertahan di pulau itu, yang mungkin berani menghadapi badai.
 
Pabuk menghembuskan angin dengan kecepatan 104 kilometer per jam, namun tidak mungkin meningkat menjadi topan yang meledak, menurut para prakirawan cuaca.
 
"Tapi kami memperkirakan gelombang setinggi lima atau tujuh meter di dekat mata badai. Biasanya di Teluk Thailand hanya ada gelombang setinggi dua meter," kata Phuwieng Prakammaintara, direktur jenderal di Departemen Meteorologi Thailand, kepada wartawan.
 
"Sulit untuk memprediksi tingkat keparahan badai sehingga orang harus mematuhi rekomendasi pihak berwenang," cetusnya.
 
Di Koh Samui, yang paling dekat dari tiga pulau, seorang pria Rusia tenggelam pada Rabu setelah keluarganya mengabaikan peringatan untuk tidak pergi ke laut.
 
"Satu keluarga yang terdiri dari tiga orang berenang, tetapi arus kuat menghanyutkan seorang pria berusia 56 tahun yang tenggelam," kata Kapten Polisi Boonnam Srinarat dari Kepolisian Samui kepada AFP.
 
"Pejabat pulau mengumumkan peringatan itu dan memasang bendera merah 'tanda bahaya', tapi mungkin keluarga itu tidak berpikir situasinya begitu serius," lanjutnya.
 
Pihak berwenang di pulau itu mengatakan mereka sedang mempersiapkan tempat perlindungan bagi setiap wisatawan yang memutuskan untuk menunggu badai.
 
Pabuk, yang berarti ikan lele raksasa di Lao, juga diperkirakan akan menurunkan hujan lebat di selatan, termasuk situs wisata di Laut Andaman seperti Krabi dan tiga provinsi paling selatan yang berbatasan dengan Malaysia: Pattani, Narathiwat, dan Yala.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi