Dua Korea Akan Memulai Proses Penyatuan Jalur Kereta
Rel kereta api di Cheorwon, Korsel, yang berada dekat perbatasan Korut. (Foto: AFP/ED JONES)
Seoul: Korea Selatan dan Utara akan bersama-sama melakukan survei lapangan untuk menyatukan kembali jalur rel kereta api di wilayah perbatasan kedua negara pekan ini. Proses penyatuan ini adalah bagian dari upaya rekonsiliasi Korsel dan Korut yang secara teknis masih dalam status berperang.

Menyatukan sistem perlintasan kereta adalah satu dari beberapa perjanjian yang dibuat sepanjang tahun ini antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan pemimpin Korut Kim Jong-un.

Baca: Korut Sebut KTT Korea Buka Jalan Menuju Rekonsiliasi


Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan pihaknya dan juga Korut berharap dapat melakukan upacara peresmian penyatuan jalur kereta sebelum tahun ini berakhir.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu 28 November 2018, sebuah kereta Korsel dijadwalkan bertolak dari Seoul pada Jumat mendatang dan melintasi perbatasan untuk melakukan survei perlintasan rel di Korut selama 18 hari.

Keberangkatan kereta tersebut akan menjadi kali pertama sejak 2007. Kereta akan diisi 28 penumpang asal Korsel -- sebagian besar pejabat dan pakar -- dan juga membawa 55 ribu liter bahan bakar serta material lainnya.

Proyek penyatuan kereta ini sempat dikhawatirkan melanggar sanksi Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada Korut atas program misil dan nuklir. Namun Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa membuat pengecualian, dan kedua negara dapat melanjutkan proyek.

Korsel menegaskan survei ini murni dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kondisi terkini sistem rel kereta di Korut. "Proses konstruksi yang sesungguhnya baru akan dimulai seiring dengan kemajuan dari denuklirisasi Korut," ungkap Kementerian Unifikasi Korsel.

Seoul merujuk pada desakan kepada Korut untuk segera menyingkirkan dan melucuti segala senjata nuklir beserta materialnya dari Semenanjung Korea.

Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong-un telah bertemu dalam KTT di Singapura tahun ini. Mereka menandantangani perjanjian mengenai denuklirisasi, meski tidak meliputi berbagai detail penting.

Sejak saat itu, dialog denuklirisasi antara AS dengan Korut tersendat. Menurut Gedung Putih, pertemuan kedua antara Trump dan Kim dijadwalkan berlangsung awal 2019.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id