Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Esti Andayani (tengah), di gedung Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015). (Foto: Nabila Gita)
Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Esti Andayani (tengah), di gedung Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015). (Foto: Nabila Gita)

Kemenlu: Banyak Negara Nantikan Bali Democracy Forum 2015

Internasional bali democracy forum
Willy Haryono • 30 November 2015 14:40
medcom.id, Jakarta: Bertolak dari pengalaman Indonesia pascareformasi, dan dengan tujuan menemukan keterkaitan antara demokrasi dengan tata pemerintahan efektif bagi masyarakat, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri akan melangsungkan kembali Bali Democracy Forum (BDF) VIII pada 10-11 Desember 2015.
 
Tema BDF kali ini adalah "Democracy and Effective Public Governance."
 
"Banyak sekali negara yang menunggu forum ini karena mereka menganggap forum ini sangat berguna. Acara akan dibuka oleh Menteri Luar Negeri Retno (Marsudi)," ujar Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Esti Andayani, di gedung Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Esti menjelaskan BDF merefleksikan nilai-nilai kearifan nusantara, yaitu Home Grown Democracy, pluralisme dan inklusif. Menurutnya, BDF dapat berkontribusi dalam upaya menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan dan sebagaimana yang tertera di Undang-Undang Dasar 1945.
 
Sadar masih sedikitnya negara-negara di Asia Pasifik yang belum menerapkan sistem demokrasi, Esti mengungkapkan itulah alasan Indonesia ingin mengenalkan dan mengajak negara lain di BDF 2015.
 
"Tema kali ini kita fokuskan untuk mengimplementasikan hasil-hasil diskusi yang sudah dilakukan selama tujuh kali pertemuan sebelumnya. Setidaknya negara-negara lain bisa melaksanakan beberapa hasil forum dan saya rasa saat ini sudah mulai ada perubahan di beberapa negara," ucap Esti.
 
BDF VIII mengundang 53 negara sebagai peserta dengan 67 negara dan tujuh organisasi internasional sebagai peninjau. Sampai saat ini, sudah tujuh Menteri dan enam Wakil Menteri yang mengonfirmasi kehadiran mereka.
 
Ada tiga sub tema dalam BDF kali ini. "Tentang tiga sub tema, pertama adalah mengenai membangun demokrasi dan pemerintahan yang efektif, tantangan dalam demokrasi, serta pilihan-pilihan dan prospek untuk membangun demokrasi dan pemerintah yang efektif," kata Esti.
 
Esti menjelaskan, tidak sedikit negara yang meminta pelatihan kepada Indonesia mengenai demokrasi, termasuk tata cara pemilihan umum dan seluk beluk Komisi Pemberantasan Korupsi. Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik, Ali Busyra Basnur, memaparkan BDF tahun ini berbeda dengan tujuh BDF sebelumnya, karena melibatkan unsur Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pilkada serentak yang juga dilangsungkan di bulan Desember.
 
"Tahun ini kami memiliki panel diskusi dengan beragam tema. Kita ingin mendapatkan sesuatu yang real, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk negara sahabat yang ingin berdemokrasi dan para peserta juga dapat melihat langsung Pilkada yang berlangsung bersamaan dengan acara BDF," ungkap Ali. (Nabila Gita)
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif