Bom meledak di sebuah acara pernikahan di Kabul, Afghanistan, Sabtu 17 Agustus 2019 malam. (Foto: AFP / Wakil KOHSAR)
Bom meledak di sebuah acara pernikahan di Kabul, Afghanistan, Sabtu 17 Agustus 2019 malam. (Foto: AFP / Wakil KOHSAR)

Bom di Pesta Pernikahan Afghanistan Tewaskan 63 Orang

Internasional taliban afghanistan
Arpan Rahman • 18 Agustus 2019 12:18
Kabul: Ledakan bom mengguncang sebuah acara pesta pernikahan di Kabul, Afghanistan, dan menewaskan 63 orang serta melukai lebih dari 180 lainnya. Sejumlah saksi mata mengatakan kepada media BBC bahwa seorang pelaku meledakkan bom bunuh diri di tengah upacara pernikahan.
 
Bom meledak pada Sabtu 17 Agustus, sekitar pukul 22.40 waktu setempat, di wilayah barat Kabul yang sebagian besar dihuni Muslim Syiah.
 
Kelompok militan Taliban membantah berada di balik serangan tersebut. Belum ada grup lainnya yang mengklaim bertanggung jawab. Selama ini, grup ekstremis seperti Taliban atau Islamic State (ISIS) berulang kali menyerang etnis minoritas Syiah Hazara di Afghanistan dan Pakistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengonfirmasi angka kematian beberapa jam usai ledakan. Rangkaian foto di media sosial memperlihatkan sejumlah korban tewas di aula pernikahan, di antara baku dan meja yang berserakan di lantai.
 
Pernikahan di Afghanistan biasanya melibatkan ratusan tamu yang berkumpul di aula besar. Dalam budaya Afghanistan, tamu pria dan wanita biasanya ditempatkan di ruangan berbeda.
 
Salah seorang tamu, Mohammad Farhag, mengaku sedang berada di aula wanita saat mendengar suara ledakan dari area pria. "Semua orang berlari ke luar sembari berteriak dan menangis," kata dia kepada kantor berita AFP, Minggu 18 Agustus 2019.
 
"Sekitar 20 menit aula penuh dengan asap. Hampir semua orang di area pria tewas atau terluka. Dua jam usai ledakan, petugas masih terus mengevakuasi jenazah dari aula," sambung Farhag.
 
Seorang pelayan di pesta pernikahah, Sayed Agha Shah, mengatakan bahwa "semua orang berlari" usai terjadinya ledakan. "Beberapa rekan pelayan kami juga tewas atau terluka," ungkapnya.
 
Juru bicara Taliban mengaku tidak terlibat dalam ledakan dan justru "mengutuk keras" serangan tersebut.
 
"Tidak ada hal yang dapat membenarkan serangan brutal terhadap wanita dan anak-anak seperti itu," tutur Zabiullah Mujaheed dalam keterangan tertulis kepada media.
 
Serangan terluka terjadi 10 hari usai bom besar meledak di luar kantor polisi di Kabul. Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai hampir 150 lainnya. Taliban mengklaim bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
 
Jumat kemarin, saudara dari pemimpin Taliban Hibatullah Akhundzada tewas terkena ledakan bom yang dipasang di masjid dekat kota Quetta, Pakistan. Belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab.
 
Baca:Taliban Kunjungi Indonesia Bahas Perdamaian Afghanistan

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif