Ilustrasi petani kelapa sawit. (Foto: Antara).
Ilustrasi petani kelapa sawit. (Foto: Antara).

Boikot Sawit, Malaysia Ancam Batal Beli Jet Eropa

Internasional kelapa sawit malaysia
Marcheilla Ariesta • 25 Maret 2019 12:11
Kuala Lumpur: Malaysia berencana membalas rencana boikot kelapa sawit yang diserukan Uni Eropa. Mereka mengancam akan membatalkan pembelian pesawat jet tempur baru dari perusahaan senjata di Benua Biru tersebut.
 
"Jika mereka terus mengambil tindakan terhadap (kelapa sawit) kami, Malaysia akan berpikir untuk membeli pesawat terbang dari Tiongkok atau negara lain," kata Perdana Menteri Mahathir Mohamad, dikutip dari laman Channel News Asia, Senin 25 Maret 2019.
 
Dalam pernyataannya, Mahathir menuturkan negaranya bisa mencari tempat lain untuk meningkatkan angkatan udara mereka, seperti dari Rusia dengan pesawat tempur Mig-29. Padahal, awalnya Negeri Jiran berencana membeli jet Rafale Prancis atau Eurofighter Typhoon.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Mahathir mengatakan dia tidak menyatakan perang terhadap Uni Eropa karena negaranya membutuhkan barang-barang dari blok itu. Lagi pula, banyak anggota Uni Eropa yang merupakan mitra dagang utama Malaysia.
 
Pernyataan Mahathir ini datang jelang pameran pertahanan internasional yang digelar selama lima hari di pulau resor Langkawi. Pameran ini menjadi ajang perkumpulan para perwakilan produsen senjata global.
 
Baca:Minyak Sawit, Masa Depan Bioenergi Indonesia
 
Malaysia merupakan negara produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Indonesia. Malaysia juga baru-baru ini mengancam akan menentang rencana Uni Eropa untuk menghentikan penggunaan biofuel di Organisasi Perdagangan Dunia.
 
Baik Indonesia maupun Malaysia telah berselisih dengan anggota parlemen Uni Eropa atas budidaya tanaman tersebut. Pasalnya, Uni Eropa mengatakan perkebunan kelapa sawit telah menyebabkan deforestasi yang merajalela dan perusakan satwa liar.
 
Setiap pembatasan minyak sawit oleh Uni Eropa, dapat secara serius melukai petani di dua negara Asia Tenggara tersebut. Kedua negara ini berjuang untuk memacu permintaan kelapa sawit, yang digunakan dalam segala hal, mulai dari sabun hingga cokelat.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif