Awak kabin Cathay Pacific diperbolehkan gunakan masker. Foto: AFP
Awak kabin Cathay Pacific diperbolehkan gunakan masker. Foto: AFP

Cegah Virus Korona, Awak Kabin Maskapai Hong Kong Pakai Masker

Internasional virus korona
Marcheilla Ariesta • 22 Januari 2020 17:04
Hong Kong: Maskapai penerbangan Hong Kong, Cathay Pacific, akan mengizinkan awak kabin mereka mengenakan masker bedah saat bekerja. Langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran virus korona tipe terbaru yang kini tengah meresahkan masyarakat dunia.
 
Penggunaan masker dapat dilakukan untuk awak kabin yang melakukan penerbangan ke daratan Tiongkok. Pramugari maskapai tersebut meminta pihak maskapai mengizinkan penggunaan masker setelah virus tersebut dikonfirmasi meluas hingga ke Amerika Serikat, Thailand, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan.
 
Persatuan Pramugari Maskapai Cathay Pacific mengatakan mereka menerima sejumlah besar surat elektronik dari para anggota yang khawatir terjangkit virus tersebut. Pasalnya, dalam satu penerbangan, mereka bisa melayani 300 penumpang yang kemungkinan terjangkit virus korona tipe baru ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semua khawatir tentang risiko yang mereka ambil setiap kali bekerja," kata serikat pekerja itu, dalam laman Facebook, dilansir dari Channel News Asia, Rabu 22 Januari 2020.
 
"Sudah saatnya bagi perusahaan untuk mengatasi kekhawatiran mereka dengan benar dan memungkinkan awak kabin mengenakan masker di semua penerbangan," imbuh mereka.
 
Virus korona ini menyerang ketika jutaan orang Tiongkok bersiap-siap untuk pulang kampung saat Tahun Baru Imlek. Karena tradisi ini, penularan virus berisiko tinggi.
 
Pihak maskapai mengatakan mereka telah memberi tahu kru jika dapat menggunakan masker saat beroperasi di penerbangan ke Tiongkok daratan.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memutuskan status bahaya virus ini. Jika dianggap sangat berbahaya, maka virus ini masuk dalam status darurat kesehatan masyarakat internasional.
 
Sejauh ini, sudah sembilan orang dilaporkan tewas akibat virus korona tipe baru tersebut. Semuanya berada di Tiongkok. Namun, penyebaran virus ini sudah meluas, bahkan baru saja ditemukan kasus pertama di Amerika Serikat.
 
Tiongkok memperingatkan bahwa virus korona tipe terbaru dapat bermutasi dan menyebar ke area yang lebih luas lagi. Total kasus ini di Negeri Tirai Bambu mencapai 440.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif