Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Petugas Medis Culik Bayi untuk Diberikan ke Saudara

Internasional pakistan
Fajar Nugraha • 10 Desember 2019 18:09
Balochistan: Seorang pekerja medis di Pakistan ditangkap setelah diduga menculik seorang bayi. Bayi tersebut diberikan kepada bibi nya, yang tidak memiliki anak.
 
Bayi perempuan itu diambil tak lama setelah lahir dari sebuah rumah sakit di Balochistan, di barat daya Pakistan.
 
Tetapi keluarga itu awalnya tidak menyadari kehilangan sang bayi karena tidak ada yang mengungkapkan bahwa ibu dari bayi telah melahirkan anak kembar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka tahu ketika ibu dari bayi itu sadar kembali dan bertanya di mana “bayi saya yang lain”, saudara iparnya mengatakan kepada BBC.
 
Abdul Hamid membawa Jamila Bibi, ke rumah sakit di Loralai, sekitar 60 kilometer di barat daya desa mereka. Dia mengatakan kepada polisi bahwa setelah melahirkan, keluarga Jamila Bibi diserahkan seorang bayi kecil dan disuruh membawanya pulang karena dia baik-baik saja.
 
Namun, Jamila Bibi tetap dalam kondisi setengah sadar selama beberapa hari ke depan, selama waktu itu si kembar yang dibawanya pulang telah meninggal.
 
Dan kemudian -,begitu dia pulih,- ibu baru itu mengungkapkan sesuatu yang membuat keluarga terkejut.
 
"Pada Jumat, ketika Bibi pulih kembali, dia bertanya di mana bayi lainnya berada. Kami terpana," kata Abdul Hamid kepada BBC, Selasa, 10 Desember 2019.

Penangkapan

Kepala Polisi Loralai, Jahangir Shah mengatakan, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap petugas medis yang diduga berada di balik penculikan bayi ini. Pelaku langsung ke tempat bayi itu berada.
 
"Dia telah dibantu oleh dua rekannya untuk menyelundupkan bayi itu keluar dari rumah sakit dan memberikannya kepada bibinya yang sudah menikah 17 tahun tetapi masih tanpa anak. Perawat mengatakan kepada kami bahwa bibinya sangat ingin mengadopsi bayi,” tutur Shah.
 
Polisi telah menangkap keempat wanita itu, sementara keluarga itu telah dipersatukan kembali dengan sang bayi yang belum disebutkan namanya.
 
Para pejabat menyalahkan insiden ini karena tidak adanya prosedur, seperti penandaan bayi yang baru lahir, dan lemahnya keamanan di titik keluar.
 
Seorang ginekolog senior di Bolan Medical Complex di Quetta, Ibu Kota provinsi Balochistan, mengatakan kepada BBC bahwa insiden itu belum pernah terjadi sebelumnya tetapi menjadi alasan untuk khawatir.
 
"Tidak ada rumah sakit yang dikelola pemerintah di wilayah ini yang memiliki prosedur keselamatan seperti penandaan ibu dan bayi yang baru lahir atau pendaftaran biometrik mereka yang kemudian dapat diverifikasi di pintu keluar rumah sakit," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif