Para petugas penyelamat berada di lokasi jembatan runtuh di Nanfangao, Taiwan, Selasa 1 Oktober 2019. (Foto: AFP/SAM YEH)
Para petugas penyelamat berada di lokasi jembatan runtuh di Nanfangao, Taiwan, Selasa 1 Oktober 2019. (Foto: AFP/SAM YEH)

Enam Korban Jembatan Runtuh Taiwan Dikhawatirkan Meninggal

Internasional taiwan
Willy Haryono • 02 Oktober 2019 06:51
Taipei: Enam orang yang diyakini masih terperangkap di balik reruntuhan jembatan di Nanfangao, Taiwan dikhawatirkan telah meninggal. Tim penyelamat terus mencari keenam korban, namun belum juga ditemukan hingga Selasa 1 Oktober malam waktu setempat.
 
Rekaman kamera pengawas CCTV memperlihatkan detik-detik saat jembatan sepanjang 140 meter itu runtuh dan menimpa sejumlah kapal penangkap ikan serta truk minyak.
 
Sedikitnya 12 orang terluka dalam kejadian ini, termausk enam asal Filipina dan tiga warga negara Indonesia. Namun berdasarkan keterangan Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, WNI yang terluka berjumlah empat orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"KDEI Taipei telah mengirimkan tim ke lokasi kejadian dan mendapat informasi terdapat 4 WNI ABK yang mengalami luka luka dan terdapat 3 WNI ABK yang hilang, diduga terjebak diantara reruntuhan," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha, Rabu 2 Oktober 2019.
 
Sebuah kapal berhasil ditarik dari reruntuhan jembatan yang berada di bawah air. Namun dua kapal lainnya masih terjebak.
 
"Waktu sudah berlalu cukup lama sejak kejadian. Walaupun para pekerja itu selamat dari hantaman reruntuhan, mereka mungkin tidak memiliki cukup udara (untuk bernapas)," kata seorang pejabat lokal kepada kantor berita AFP.
 
Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Yilan, Hsu Song-yi, mengatakan timnya mengalami kesulitan dalam memeriksa kondisi dua kapal. Hal ini dikarenakan rendahnya jarak pandang di bawah air.
 
"Ini adalah operasi penyelamatan yang kompleks. Kami telah berkonsultasi dengan pakar bangunan dan juga ahli pembuat kapal. Kami terus berjuang melakukan yang terbaik," ujar Hsu.
 
Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun di tahun 1998 itu. Menteri Transportasi Taiwan Lin Chia-lung mengatakan seharusnya jembatan itu masih bisa bertahan hingga 50 tahun ke depan.
 
"Kondisi cuaca terkini, gempa bumi dan beberapa pemeriksaan terdahulu di jembatan tersebut akan kami periksa," tutur Lin.
 
Beberapa insiden sebelumnya terkait jembatan di Taiwan sebagian besar melibatkan angin topan. Pada 2009, dua jembatan di Taiwan rusak parah usai diterjang Topan Morakot, yang juga menewaskan lebih dari 400 orang.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif