Apa Saja Opsi Penyelamatan 12 Anak-Anak dari Gua Thailand?

Arpan Rahman 03 Juli 2018 20:00 WIB
thailand
Apa Saja Opsi Penyelamatan 12 Anak-Anak dari Gua Thailand?
Ayah dari salah satu anak yang terjebak di gua Tham Luang, provinsi Chiang Rai, berterima kasih kepada petugas gabungan, 3 Juli 2018. (Foto: AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA)
Tham Luang: Setelah sembilan hari terperangkap dalam kegelapan di sebuah gua di Thailand, 12 anak laki-laki dan pelatih sepakbola mereka ditemukan dalam kondisi hidup.

Dua penyelam Inggris menemukan mereka semua di kompleks gua Tham Luang di provinsi Chiang Rai. 

Meski sudah ditemukan, mereka semua belum dapat dikeluarkan dari gua yang masih tergenang air dan lumpur. Terdapat pula kekhawatiran mengenai kesehatan 12 anak dan pelatih mereka yang sudah terperangkap lebih dari sepekan.


Militer Thailand mengatakan, mereka semua mungkin harus menunggu di dalam gua selama empat bulan agar banjir dapat benar-benar surut.

Jadi, apa saja opsi untuk membebaskan anak-anak dan pelatih mereka dari gua Tham Luang? Berikut beberapa opsi yang dirangkum kantor berita BBC, Selasa 3 Juli 2018.


12 anak-anak dan pelatih ditemukan hidup di gua Tham Luang. (Foto: Thai Royal Navy)

Menyelam

"Pilihan untuk membawa mereka keluar dengan menyelam adalah cara tercepat, tetapi juga paling berbahaya," kata Anmar Mirza, koordinator nasional Komisi Penyelamatan Gua Amerika Serikat (AS), kepada BBC.

Penyelam angkatan laut Thailand, tiga asal Inggris, dan personel militer AS, semuanya telah berusaha menemukan anak-anak itu dalam beberapa hari terakhir.

Secara total, lebih dari 1.000 orang telah terlibat dalam operasi di Chiang Rai, termasuk tim dari Tiongkok, Myanmar, Laos, dan Australia.

Para penyelam profesional yang terampil membutuhkan beberapa jam dari pintu masuk untuk sampai ke lokasi kelompok yang terperangkap. 

Mereka menembus lorong-lorong kecil penuh material, dengan dibantu upaya pemompaan air untuk mengurangi ketinggian genangan. Anak-anak beserta pelatihnya di dalam gua bukan penyelam terlatih.

Edd Sorenson, koordinator regional di Florida untuk Organisasi Pertolongan dan Penyelamatan Bawah Laut Internasional (IUCRR), mengatakan kepada BBC bahwa opsi penyelaman "sangat riskan dan berbahaya." Ia menyebut opsi ini adalah "jalan terakhir."

"Saat seseorang menyelam dalam jarak pandang nol, sangat mungkin mereka akan panik. Mereka bisa saja pada akhirnya membunuh diri mereka sendiri, atau bahkan menewaskan tim penolong," cetus dia.


Pasokan tabung oksigen untuk penyelam di gua Tham Luang. (Foto: AFP)

Pengeboran

Otoritas Thailand telah berupaya mengebor lubang di dinding gua guna membantu menguras air banjir. Bebatuan tebal menghambat upaya ini.

Muncul juga saran bahwa pengeboran bisa menjadi cara lain untuk membuka jalan menuju 12 anak dan pelatih mereka.

Tetapi untuk proses ini, jalan aspal baru perlu dibangun di atas gua untuk mengakomodasi peralatan berat yang diperlukan untuk pengeboran.

Selain itu, Mirza juga menilai survei menyeluruh terhadap seantero gua diperlukan untuk mengetahui karakteristiknya sebelum pengeboran dapat dilakukan. Jika survei tidak dilakukan, hanya ada sedikit peluang untuk menggali lubang di tempat yang tepat ke arah 12 anak dan pelatih mereka.

"Kedengarannya mudah, tetapi sebenarnya sangat sulit," kata Mirza. "Ini seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami," bubuhnya.


Peralatan pengeboran dan pompa air di pintu masuk gua Tham Luang. (Foto: AFP)

Menunggu dan Mengirim Pasokan?

Dalam konferensi pers, Gubernur Chiang Rai Narongsak Osottanakorn mengatakan pihaknya akan terus menguras air keluar dari gua sembari mengirim dokter dan perawat untuk memeriksa kesehatan 12 anak dan pelatih mereka.

"Jika dokter mengatakan kondisi fisik mereka cukup kuat untuk dipindahkan, mereka akan membawa kelompok itu keluar dari gua," katanya.

Namun, Mirza mengatakan kesehatan juga merupakan masalah serius. "Setelah sembilan hari tanpa makanan, Anda harus memperhatikan asupan mereka," katanya.

Orang yang kekurangan makanan dapat menderita efek buruk pada kesehatan jika tidak dikenalkan kembali dengan makanan -- kadang-kadang sama parahnya dengan gagal jantung atau koma.

Mirza mengatakan jika kelompok tersebut berada di tanah tinggi, aman dari banjir, dan dapat dikirimkan pasokan makan, maka itu adalah pilihan tepat untuk saat ini. Kesehatan mereka "secara signifikan berkaitan dengan upaya penyelamatan," ungkap Mirza.

Sorenson setuju. "Saya pikir saat ini memang lebih baik mengirimkan mereka makanan, air, sistem penyaringan, dan oksigen," kata dia.

"Mereka sudah memiliki lampu dan harapan hidup sekarang. Jadi saya pikir saat ini memang lebih baik menunggu, dengan tetap membuat mereka semua nyaman dan hangat, mendapat cukup makanan dan terhidrasi," lanjut Sorenson.


Misi penyelamatan di gua Tham Luang. (Foto: AFP)





(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360