Sejumlah Partai di Pakistan Serukan Pemilu Ulang
Shahbaz Sharif (dua kiri) bersama Maulana Fazalur Rehman (dua kanan) dalam konferensi pers di Pakistan. (Foto: AFP)
Islamabad: Sejumlah partai politik di Pakistan menolak hasil pemilihan umum Rabu kemarin yang akan mengangkat mantan pemain kriket Imran Khan ke kursi pemimpin tertinggi.

Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) yang mengusung Khan memimpin dalam perolehan suara dan telah mendeklarasikan kemenangan. Namun sejumlah partai menuduh pemilu ini telah diwarnai kecurangan.

Setelah berdiskusi di Islamabad, satu dari sejumlah pemimpin partai mengaku akan melakukan unjuk rasa untuk mendesak diadakannya pemilu ulang.


Beragam partai itu, termasuk PML-N yang pernah menjadi penguasa, mengaku sudah siap untuk menjadi kubu oposisi.

Shahbaz Sharif, kakak dari mantan PM Nawaz Sharif yang saat ini dipenjara atas kasus korupsi, mengatakan partainya belum memutuskan apakah akan memboikot parlemen atau tidak.

Baca: Imran Khan Menang Pemilu Pakistan, Gagal Raih Suara Mayoritas

Dalam sebuah konferensi pers, Sharif ditemani Maulana Fazalur Rehman dari partai MMA. "Kami akan menjalankan gerakan agar pemilu diulang. Akan ada unjuk rasa," ungkap Rehman, seperti dikutip dari BBC, Sabtu 28 Juli 2018.

Usai konferensi pers, para pemimpin partai menyerukan pertemuan lanjutan untuk membentuk strategi gabungan pascapemilu.

Khan mengklaim kemenangan usai Komisi Pemilu Pakistan pada Jumat kemarin menyatakan PTI memimpin dengan 114 kursi di parlemen, dengan 11 kursi yang belum terhitung.

Dengan raihan ini, PTI memenangkan raihan besar dalam parlemen. Sementara lawannya Muslim League-Nawaz (PML-N) meraih 63 suara dan Pakistan Peoples Party (PPP) mendapatkan 43 suara.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id