Alat berat beroperasi di lokasi runtuhnya sebuah jembatan di Nanfangao, Taiwan, Selasa 1 Oktober 2019. (Foto: AFP/SAM YEH)
Alat berat beroperasi di lokasi runtuhnya sebuah jembatan di Nanfangao, Taiwan, Selasa 1 Oktober 2019. (Foto: AFP/SAM YEH)

Tiga ABK WNI Jadi Korban Jembatan Runtuh di Taiwan

Internasional taiwan
Willy Haryono • 01 Oktober 2019 15:17
Taipei: Tiga warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal di Taiwan menjadi bagian dari belasan korban luka dalam insiden jembatan runtuh di Nanfangao, Selasa 1 Oktober 2019.
 
Jembatan sepanjang 140 meter itu tiba-tiba runtuh di tengah cuaca cerah, dan menimpa sejumlah kapal nelayan serta truk pengangkut minyak.
 
Agensi Pemadam Kebakaran Nasional Taiwan mengonfirmasi ada sedikitnya 12 korban luka, termasuk enam asal Filipina dan tiga WNI. Mereka semua telah dilarikan ke rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Operasi penyelamatan masih berlangsung," ucap agensi tersebut, dikutip dari AFP.
 
Saat ini, tim penyelamat masih berusaha keras mencari dan menyelamatkan enam orang yang diduga masih terperangkap di bawah reruntuhan. Keenamnya diyakini terjebak karena hingga saat ini masih dinyatakan hilang.
 
"Kami berharap dapat menyelamatkan semua korban dalam waktu singkat," kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen kepada awak media.
 
Menteri Transportasi Taiwan Lin Chia-lung menegaskan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Menurutnya, jembatan tersebut masih dapat bertahan hingga 50 tahun ke depan.
 
"Kondisi cuaca terkini, gempa bumi dan beberapa pemeriksaan terdahulu di jembatan tersebut akan kami periksa," tutur Lin.
 
Beberapa insiden sebelumnya terkait jembatan di Taiwan sebagian besar melibatkan angin topan. Pada 2009, dua jembatan di Taiwan rusak parah usai diterjang Topan Morakot, yang juga menewaskan lebih dari 400 orang.
 
Taiwan, yang terletak di dekat persimpangan dua lempeng tektonik, juga sering dilanda gempa bumi.
 
Gempa terparah di Taiwan adalah yang berkekuatan magnitudo 7,6 di tahun 1999. Kala itu, guncangan menewaskan sekitar 2.400 orang dan menghancurkan puluhan ribu bangunan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif