Ekonomi Korut Perlahan bisa Membaik
Kim Jong-un memimpin negaranya menuju perubahan politik dengan Korea Selatan (Korsel). (Foto: AFP).
Jakarta: Perubahan hubungan politik antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) pada tahun ini juga dipastikan akan mempengaruhi ekonomi Korut. Selama ini, Korut dikenal sebagai negara dengan ekonomi cukup rendah.

“Ada potensial ekonomi Korea Utara bisa membaik dengan hubungan diplomatik Korut dan Korsel yang juga membaik,” kata peneliti dari Korea Institute for National Unification Eun Lee Joung dalam 'Roundtable Discussion Peace on the Korean Peninsula', di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa 27 November 2018.

“Tiongkok dan Rusia juga yang selalu menyokong Korut selama ini pasti juga akan selalu terbuka untuk membantu meningkatkan ekonomi Korut,” lanjut dia.


Hal ini juga pernah dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa Korut bisa menjadi negara dengan ekonomi besar.

“Saya sangat yakin bahwa Korut memiliki potensi luar biasa dan akan menjadi kekuatan ekonomi dan keuangan yang besar,” ujar Trump.

Tiongkok dan Rusia juga mendukung pengurangan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korut. Mereka sepakat untuk mempertimbangkan adanya penyesuaian terhadap Korut oleh Dewan Keamanan PBB pada waktu yang tepat.

Hingga kini, Pyongyang masih mendapatkan serangkaian sanksi dari DK PBB terkait program senjata nuklirnya. Belakangan, Pyongyang juga menyerukan agar sanksi tersebut dicabut seiring mereka akan melakukan denuklirisasi.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id