Saling Percaya, Kunci Reunifikasi Korut-Korsel
Bendera Unifikasi Korea berkibar di Pyongyang, Korut, 5 Oktober 2018. (Foto: AFP/KIM WON JIN)
Jakarta: Kepercayaan adalah salah satu kunci yang dibutuhkan untuk reunifikasi antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel). Hal ini diungkapkan Sang Sin Lee, peneliti dari Korea Institute for National Unification.

"Korut dan Korsel sangat butuh adanya kepercayaan jika benar-benar ingin berdamai dan melakukan reunifikasi," kata Sang, dalam Roundtable Discussion Peace on the Korean Peninsula, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa 27 November 2018.

"Dan mereka harus bekerja bersama-sama. Tidak bisa jika Korsel sendiri, dan tidak bisa juga jika Korut sendiri," lanjut dia.


Baca: Harga Reunifikasi Korsel-Korut Lebih Murah daripada Berpisah

Namun, ujarnya, yang perlu dipahami adalah apakah warga dari dua negara membutuhkan reunifikasi? Atau hanya sekedar harapan dari pemerintah dua negara?

"Mungkin sebagian warga dari kedua negara memang mengharapkan reunifikasi. Tapi ada juga warga yang tak menginginkan," ungkap dia.


Sang Sin Lee (dua kiri) di Hotel Grand Hyatt Jakarta. (Foto: Sonya Michaella)

Upaya perdamaian Korut dan Korsel ini juga tentunya harus ada dukungan dari organisasi internasional, seperti ASEAN, PBB dan Uni Eropa.

"Masih banyak masalah-masalah internasional yang tak kalah berat dari Korut-Korsel, seperti Taiwan dan Tiongkok juga proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa," tuturnya.

Namun, dengan adanya dukungan dari organisasi-organisasi internasional tersebut, diharapkan perdamaian Korut dan Korsel segera terwujud dengan sejumlah perjanjian dan kesepakatan yang telah disetujui kedua pemimpin.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id