Jokowi Berikan Akte Kelahiran <i>Online</i> di Luar Negeri
Presiden Jokowi Berikan Akta Lahir Elektronik bagi WNI di luar negeri. (Foto: Dok. Direktorat PWNI dan BHI Kemenlu).
Seoul: Seorang mahasiswa Indonesia di Universitas Kyungsun, Busan, Korea Selatan mendapat kejutan dari Presiden Joko Widodo. Daya, nama pria itu, memperoleh akte kelahiran secara online untuk putranya yang baru lahir 4 September lalu.

"Selamat ya atas kelahiran putra pertamanya. Permohonan akte kelahirannya sudah diverifikasi dan sekarang akan dikirimkan melalui email," ucap Presiden Jokowi saat membuka percakapannya dengan Daya lewat panggilan video jarak jauh.

Pernyataan tertulis Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kemenlu RI, Senin, 10 September 2018, menyampaikan beberapa detik usai Presiden menekan tombol persetujuan pemberian akte kelahiran, Daya menerimanya versi elektronik yang disertai QR Code.


Selanjutnya Daya dapat memindai dengan aplikasi pemindai QR Code dan secara otomatis akte asli dapat dicetak kapan saja. Penasaran dengan sistem tersebut, Presiden Jokowi juga memindai kode QR yang ditunjukkan Daya melalui kamera.

"Ini adalah sistem yang kita bangun dalam rangka pelayanan dan perlindungan yang lebih baik," ucap Jokowi.

Daya menghaturkan terima kasih kepada Presiden. "Ini keren sekali. Saya enggak perlu jauh-jauh ke Seoul untuk buat akte kelahiran," tukasnya.

Persetujuan penerbitan akte kelahiran elektronik tersebut, sekaligus secara simbolik menandai peluncuran Sistem Informasi Pelayanan dan Perlindungan WNI di Luar Negeri yang dinamai Portal Peduli WNI. Dengan Portal itu, seluruh Perwakilan RI akan memiliki satu standar pelayanan dan satu data WNI. Sistem tersebut telah terintegrasi penuh dengan sistem pendataan dan pelayanan nasional seperti Dukcapil Kemdagri, Keimigrasian Kemhukham dan data ketenagakerjaan luar negeri milik BNP2TKI. 

"Setelah pengembangan selama hampir tiga tahun, untuk pertamakalinya dalam sejarah akhirnya kita akan memiliki satu standar pelayanan di seluruh Perwakilan RI dan satu basis data  WNI. Sistem dan datanya sudah terintegrasi penuh dengan data nasional terkait lainnya. WNI bisa mendapatkan layanan secara online maupun dengan datang ke Perwakilan," kata Menlu Retno Marsudi yang turut mendampingi kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Seoul.

Untuk dapat memanfaatkan pelayanan melalui portal ini, WNI di luar negeri diharuskan melaporkan dirinya. Proses lapor diri dibuat lebih mudah dengan lapor diri online.

Dengan sistem ini, nantinya Pemerintah akan dapat mengetahui statistik dan profil WNI di luar negeri yang akurat dan realtime.  Sistem ini akan terus dikembangkan dalam rangka memberikan pelayanan bagi WNI di luar negeri yang mudah, cepat dan murah.

Pendataan pemilih untuk pemilu di luar negeri juga nantinya akan jauh lebih mudah dan akurat. Presiden Jokowi memberikan apresiasi tinggi terhadap pengembangan sistem tersebut, yang dinilai dapat meningkatkan perlindungan dan pelayanan kepada WNI di luar negeri.

"Portal Peduli WNI ini akan diterapkan secara penuh di semua perwakilan mulai Januari 2019," lapor Menlu Retno kepada sang presiden.

Seoul dipilih menjadi tempat peluncuran sistem ini karena Korea Selatan merupakan salah satu negara di mana terdapat konsentrasi WNI dalam jumlah besar. Terdapat sekitar 40 ribu WNI di Korea Selatan, yang sebagian besar bekerja di sektor formal.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 2.500 WNI sudah melaporkan diri secara online sejak sistem ini pertamakali diuji coba akhir Juli 2018 lalu. KBRI Seoul juga dipandang salah satu perwakilan paling siap menerapkan sistem ini dan sekaligus merupakan salah satu lokasi Data Center Kementerian Luar Negeri.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id